Truth Daily Enlightenment

HIDUP DI HADIRAT ALLAH


Listen Later

Mengasihi Allah adalah ukuran yang menentukan sejauh mana seseorang memiliki “kecemerlangan” dalam manusia batiniahnya. Bagaimana pun, kecemerlangan ini akan terpancar dalam kehidupan seseorang. Kecemerlangan ini adalah kecemerlangan yang tidak ditemukan dalam kehidupan manusia pada umumnya. Bagi orang yang berhasrat mengasihi Tuhan, segala pergumulan hidup akan membuka mata hatinya untuk mengerti bahwa mengasihi Tuhan adalah kehidupannya. Seseorang yang mengasihi Tuhan pasti memiliki sikap yang membenci dosa, bukan saja perbuatan yang melanggar hukum, melainkan juga segala sesuatu yang tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Sejatinya, inilah yang dimaksud dengan memiliki pikiran dan perasaan Kristus (Flp. 2:5-8). Pergumulan hidup menghadapi pencobaan sebenarnya hendak memberikan kita “hati yang mengasihi Tuhan.”
Mengasihi Tuhan merupakan dasar dari kesediaan orang percaya untuk mengiring Yesus. Kalau dasar ini benar, apa pun akan rela kita lakukan untuk Tuhan. Tuhan menghendaki sikap hati yang benar di hadapan-Nya. Sikap hati yang benar itu adalah “mengasihi Tuhan.” Tuhan tidak mempermasalahkan dosa-dosa yang sudah kita lakukan, bahkan keadaan kedewasaan kita hari ini. Tuhan menghendaki agar kita memiliki hasrat yang kuat untuk mengasihi Dia. Sikap hati ini sangat dihargai Allah. Dalam hal ini, yang paling utama adalah bagaimana kita dapat mengasihi Tuhan. Upaya yang benar orang percaya yang sudah dewasa untuk mencapai kesucian hidup dilandasi hati yang mengasihi Dia. Hanya orang yang mengasihi Allah yang dapat menjadi mempelai-Nya.
Banyak orang Kristen yang terkunci dalam ikatan percintaan dunia sehingga tidak mampu lagi mengingini Tuhan. Tuhan tidak pernah dirasakan sebagai kebutuhan, sehingga tidak memiliki kehausan akan Tuhan. Orang Kristen seperti ini, kalau tidak bertobat dan berbalik secara radikal kepada Tuhan, sampai selamanya tidak pernah mengalami kehausan akan Tuhan. Ini berarti, ia menjadi mempelai dunia. Dengan demikian, ia tidak pernah menjadi mempelai Tuhan. Orang yang menjadi mempelai Tuhan pasti berdiri di pihak Tuhan. Keberpihakan kita terhadap Tuhan diukur dari hal ini, yaitu apakah kita sungguh-sungguh telah mengabdi kepada Tuhan atau tidak. Kita harus memeriksa diri dengan jujur, apakah kita telah benar-benar mengabdi kepada Tuhan dengan segenap hidup atau belum. Mengabdi kepada Tuhan dengan segenap hidup berarti sepenuhnya kita hidup hanya untuk kepentingan Tuhan. Orang yang berdiri di pihak Tuhan rela dimiliki Tuhan sepenuhnya dan rela menggunakan semua yang ada padanya tanpa batas bagi kepentingan-Nya.
Seharusnya, kehidupan orang percaya sepenuhnya merupakan perjuangan untuk pekerjaan Tuhan. Pengorbanannya meliputi harta, jiwa, sampai penderitaan fisik. Hal itu akan membentuk gaya hidup seperti yang diperagakan oleh Tuhan Yesus. Ini adalah profil dari seorang yang telah kehilangan hidup, namun memperoleh hidup yang baru. Gaya hidup seperti ini, jika terus dikembangkan akan sampai pada kualitas hidup “hidupku bukan aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:19-20). Ini juga yang dimaksud dalam Kolose 3:1-4 bahwa orang percaya sudah mati, hidupnya tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Sampai pada level ini, seseorang dapat disebut sebagai “hidup baru” di dalam Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang pantas disebut sebagai pengikut Kristus. Seorang pengikut Kristus akan selalu hidup di hadirat Tuhan.
Memang sebenarnya semua orang harus hidup di hadirat-Nya, tetapi tidak semua orang Kristen menyadari dan mau menghargai hadirat-Nya tersebut. Hal ini terjadi sebab banyak orang Kristen sibuk dengan segala urusan fana yang tidak membawanya kepada persahabatan dengan Tuhan secara benar. Orang yang tidak hidup dalam hadirat-Nya tidak hidup dalam pemerintahan Kerajaan Surga, maka jangan harap ia diperkenan masuk hadirat-Nya. Orang-orang seperti ini pasti tidak menghormati Tuhan secara pantas. Kenyataan dalam hidup,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings