Truth Daily Enlightenment

Hidup Menurut Daging


Listen Later

Seorang yang hidup menuruti keinginan daging tidak mungkin berkenan kepada Allah. Orang-orang seperti ini tidak akan pernah menemukan hadirat Allah dan hidup di dalamnya. Dalam Roma 8:7-8, tertulis: Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Dalam 1 Yohanes 2:15, tertulis bahwa orang yang hidup dalam daging, tidak memiliki kasih akan Bapa. Tentu saja orang-orang seperti ini tidak akan dapat hidup di hadirat Allah (1Yoh. 2:15). Seseorang tidak dapat hidup di hadirat Allah kalau masih hidup dalam keinginan daging. Karena itu, kita harus memahami dengan benar yang dimaksud dengan hidup dalam keinginan daging.
“Keinginan daging” dalam teks aslinya adalah to phronema tes sarkos (τὸ φρόνημα τῆς σαρκὸς). Phronema artinya bukan saja pikiran (mind), tetapi juga way of thinking atau mindset (cara berpikir), aim (tujuan atau arah), aspiration (aspirasi) yang lebih tepat diterjemahkan “cara” atau “pola berpikir, aspirasi dan motif-motif seseorang berbuat sesuatu.” Adapun kata sarkos berarti human and mortal nature (natur fana manusia). Sarkos hendak menunjuk kemanusiaan atau kodrat manusia. Jadi, to phronema tes sarkos berarti cara berpikir yang telah ada di dalam diri setiap orang sebagai hasil atau buah dari pendidikan keluarga, pengaruh lingkungan, pendidikan, pergaulan, dan lain sebagainya.
Keinginan daging tidak hanya menunjuk kepada suatu gairah, hasrat, dan keinginan, tetapi kepada cara bertindak yang berasal dari dorongan kebutuhan daging, atau kebutuhan jasmani atau nafsunya. Tentu saja pertimbangan seperti ini bukan dari Allah. Orang yang hidup menurut daging mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan cara berpikir daging. Inilah yang dimaksud dengan kodrat dosa. Tindakan mereka selalu meleset dari kehendak Allah yang sempurna; tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Orang yang hidup menurut daging, tidak hidup dalam pimpinan Roh Kudus (Rm. 8:14). Dengan keadaan ini, seseorang tidak bisa mencapai kesucian Allah.
Orang yang hidup dalam keinginan daging, dalam segala sesuatu yang dilakukannya bertentangan dengan pikiran dan perasaan Roh Kudus. Walaupun tindakan atau perilakunya kelihatannya baik dan tidak melanggar norma umum, tetapi tidak sesuai dengan standar kesucian Allah. Allah yang berdaulat menghendaki agar orang percaya hidup menurut Roh, bukan menurut daging. Hal ini mutlak harus dituruti atau dipatuhi. Kemutlakan ini dapat dilihat dalam Roma 8:7-8, “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.”
Dalam Roma 8:13, Paulus menulis: “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Dari pernyataannya ini, Paulus menunjukkan konsekuensi kehidupan orang percaya. Orang percaya harus memilih: hidup menurut daging yang membawa kepada kematian atau hidup menurut Roh yang dapat mematikan perbuatan-perbuatan daging. Orang yang hidup menurut daging adalah orang-orang yang memikirkan hal-hal yang dari daging. Keinginan daging adalah maut; keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Dalam hal ini, Paulus hendak mengemukakan adanya perbedaan yang mencolok antara anak-anak Allah dan anak dunia. Sebaik apa pun mereka yang tidak hidup menurut Roh, tidak mungkin dapat mencapai kesucian berstandar Allah, dan mereka tidak dapat hidup di hadirat Allah.
Orang percaya harus mematikan keinginan daging. Paulus mengatakan: “tetapi jika oleh roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Dalam hal ini sangat jelas, orang percaya memiliki kehendak bebas untuk menentukan keadaan atau nasib kekalnya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings