Truth Daily Enlightenment

Hidup Secara Luar Biasa


Listen Later

Tuhan Yesus menyatakan bahwa orang percaya harus seperti Bapa, maksudnya dalam konteks harus melakukan kebaikan bagi semua orang, yaitu kepada orang baik maupun orang jahat, kepada orang benar maupun orang yang tidak benar (Mat. 5:45-48). Dalam teks tersebut Tuhan Yesus berkata: Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”
Di ayat-ayat sebelumnya Tuhan Yesus menunjukkan pula perbedaan antara hukum yang dipahami orang beragama pada umumnya dan hukum yang harus dipahami dan dilakukan orang percaya. Dalam perikop ini Tuhan Yesus mengemukakan beberapa hal, antara lain mengenai pembunuhan, kemarahan, tuduhan kafir terhadap saudara lain, sikap terhadap orang yang memusuhi, sumpah dan lain sebagainya. Tuhan Yesus menekankan agar dalam segala hal dan kepada semua orang, orang percaya harus bersikap seperti Bapa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menasihati agar kita sempurna seperti Bapa.
Allah Bapa adalah satu-satunya Pribadi yang mempunyai segala kuasa, kemuliaan dan Kerajaan, tetapi dalam menyelenggarakan pemerintahan-Nya, Bapa menyerahkannya kepada Tuhan, yaitu Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah kepala pemerintahan jagad raya ini sebagai Mandataris Allah dalam mengelola kehidupan. Tuhan Yesus menaungi semua manusia dari suku manapun, bangsa manapun, golongan dan agama manapun. Walaupun banyak manusia, bahkan sebagian besar manusia tidak mengenal Dia dan tidak mengakui pemerintahan-Nya, tetapi Dia tetap kepala pemerintahan kehidupan ini.
Sebagai anak-anak Theos yang juga adalah Bapa, kita harus juga bersikap sama seperti Bapa terhadap semua orang. Memang pertama perhatian kita kepada saudara seiman, selanjutnya juga kepada semua orang. Seakan-akan kita sebagai anak Allah Bapa turut menaungi semua orang. Kasih kita kepada semua orang tidak dibatasi pada suku, golongan dan agama. Kepada semua orang kita harus bersikap bijaksana dan penuh kasih. Semua orang di sini tentu yang pertama anggota keluarga kita, yaitu orang tua, pasangan hidup, anak-anak, keluarga besar, tetapi juga kepada pegawai-pegawai kita, kolega bisnis, tetangga dan semua orang yang kita jumpai.  Dalam hal ini, kita diajar untuk menjadikan semua manusia adalah sesama kita tanpa membeda-bedakan. Harus diingat bahwa suatu saat dalam Kerajaan Bapa dan Tuhan Yesus, kita akan memerintah semua bangsa. Karena itu mengasihi semua orang harus dimulai dari sekarang.
Dengan demikian, orang percaya dipanggil untuk hidup secara luar biasa. Luar biasa bukan dalam penampilan lahiriah, harta, gelar, pangkat, kedudukan dan lain sebagainya; tetapi orang percaya dipanggil untuk hidup secara luar biasa dalam kelakuan. Dalam Mataius 5:20, Tuhan Yesus berkata: Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Ahli Taurat dan orang Farisi adalah tokoh-tokoh agama yang dipandang sebagai orang saleh yang melebihi masyarakat. Tuhan Yesus menyatakan bahwa orang percaya harus lebih benar dari mereka. Ini berarti orang percaya dipanggil untuk hidup secara luar biasa. Tingkat keluarbiasaannya adalah kehidupan moral yang melebihi tokoh-tokoh agama.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings