Perspektif

HOAX Virus Polio Tersebar di Dunia Maya


Listen Later

(Taiwan, ROC) --- Di saat dunia tengah berupaya untuk menemukan vaksin COVID-19, penyakit mematikan lainnya - Polio, baru-baru ini menjadi sasaran empuk dari penyebaran informasi palsu di jejaring dunia maya.

 

Prestasi Gemilang Virus Polio

Pada tanggal 25 Agustus 2020 silam, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa virus poliomyelitis telah lenyap dari Benua Afrika, karena selama empat tahun berturut-turut tidak ditemukan kasus polio baru di sana.

WHO juga menyampaikan jika prestasi ini menjadi tonggak baru dalam pencapaian dunia untuk memberantas polio. Kasus polio yang masih tersisa saat ini terkonsentrasi di wilayah Afghanistan dan Pakistan.

Penyakit yang disebabkan oleh virus poliomyelitis ini, dulu dikenal sebagai sindrom yang sering terjadi. Jika seorang anak terpapar virus ini, maka dapat mempengaruhi saraf dan menyebabkan kelemahan pada otot bahkan berujung pada kelumpuhan.

Hingga hari ini, tidak ada obat penawar yang dapat menyembuhkan penyakit polio. Namun demikian, dunia medis memiliki vaksin guna mencegah seseorang terinfeksi polio.

Semenjak tahun 1996, pemerintah dan organisasi nirlaba dunia telah berupaya keras untuk memberantas sindrom polio di Benua Afrika. Melalui berbagai aksi kampanye vaksinasi, Benua Afrika juga telah menerima lebih dari 9 miliar dosis vaksin polio.

Global Polio Eradication Initiative, GPE yang berdiri pada tahun 1998 silam, menjadi salah satu organisasi yang ditunjuk untuk mengkoordinasikan seluruh tugas kampanye vaksinasi.

Gagasan ini juga diprakarsai oleh otoritas di masing-masing negara dan lima mitra internasional; meliputi Rotary International, United Nations Children’s Fund (UNICEF), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dan Bill & Melinda Gates Foundation

 

Polio yang Terjangkit dari Vaksin

Meski galur (strain) virus ini telah punah, tetapi masih ada sindrom polio yang diakibatkan oleh vaksin itu sendiri. Sindrom ini berasal dari galur virus lemah yang terdapat dalam dosis vaksin. Sindrom langka ini dapat terjadi di saat tubuh seseorang berada dalam kondisi yang tidak memadai dan menerima suntikan vaksin tersebut.

Pakar kesehatan mengemukakan, sindrom ini dapat menjamur di negara-negara dengan tingkat imunisasi rendah dan sanitasi yang buruk.

Dua hari setelah WHO mengumumkan bahwa polio telah lenyap dari bumi Afrika, PBB kembali mengkonfirmasi adanya gelombang baru dari wabah serupa.

Puluhan kasus polio yang diakibatkan oleh suntikan vaksin, dilaporkan terjadi di 9 provinsi di Sudan.

Gelombang penyebaran kali ini kian membakar teori konspirasi yang telah beredar jauh sebelumnya di media sosial.

Kelompok teori konspirasi dengan sigap menyebarkan kabar perihal wabah tersebut. Mereka terang-terangan mengecam hal ini sebagai salah satu skandal kesehatan terbesar dalam satu dekade terakhir.

Mereka juga menyebutkan bahwa WHO dan Bill Gates, menjadi pihak yang sudah seharusnya bertanggung jawab.

 

Teori Konspirasi Menyasar Bill Gates

Sebuah artikel menyesatkan menuduh bahwa organisasi pengembangan vaksin yang didanai oleh Bill Gates sebagai biang keladi semua ini. Berita tersebut tersebar luas serta telah dibagikan 800 kali di jaringan Facebook Amerika Serikat, Kanada dan Kolombia.

Tuduhan serupa juga beredar di Benua Eropa, bahkan telah muncul dalam Bahasa Prancis serta menyebar di kawasan Prancis dan Belgia

Yayasan Bill Gates yang sejauh ini telah menginvestasikan miliaran dolar Amerika Serikat, diketahui turut berkontribusi dalam pemroduksian vaksin dunia, guna melawan penyakit polio, malaria, AIDS dan lain-lain.

Bill Gates kerap kali menjadi sasaran empuk dari beberapa organisasi lainnya. Berbagai tudingan dilancarkan kepada pendiri Microsoft tersebut; misal meraup keuntungan dari program vaksinasi dunia atau merugikan pihak penerima vaksin.

Sebuah pesan palsu di jejaring Facebook telah dibagikan ribuan kali pada musim semi tahun ini. Pesan tersebut mengklaim jika vaksin polio yang dikembangkan oleh Bill and Melinda Gates Foundation telah melumpuhkan 490.000 anak di India

Sebuah video di Youtube tersebar luas pada bulan lalu. Video tersebut menyampaikan jika Bill Gates yang dermawan memaksa bumi Afrika untuk melakukan vaksinasi, dengan alih-alih ingin mengurangi populasi setempat.

Sejauh ini, Bill Gates telah mendonasikan US$ 250 juta untuk membantu memerangi COVID-19. Menjawab berbagai tudingan tersebut, Bill Gates menyampaikan jika dirinya mengutuk keras terhadap perkataan tidak bertanggung jawab tersebut.

 

Rentan Terjadi di Kawasan Rendah Vaksin

Menurut data WHO, selama 10 tahun terakhir telah ada 1.271 orang di seluruh dunia yang terinfeksi polio akibat suntikan vaksin

Proses penularan penyakit polio umumnya terjadi di saat seseorang bersentuhan dengan kotoran penerima vaksin. Atau terpapar dari minuman atau makanan yang penderita.

Juru bicara Proyek Pemberantasan Polio WHO - Oliver Rosenbauer menyampaikan, risiko ini dapat menimbulkan konsekuensi parah di beberapa negara yang memiliki daya imunisasi rendah.

Oliver Rosenbauer mengatakan, ketika tingkat vaksinasi di suatu negara rendah, maka dapat memunculkan masalah penyebaran virus, terutama di kalangan anak-anak atau pihak yang memperoleh vaksin.

"Seiring dengan berjalannya waktu, virus dapat bermutasi menjadi lebih kuat"

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

PerspektifBy Yunus Hendry, Rti