Perspektif

​​​​​​​Hubungan Bilateral AS-Daratan Tiongkok Telah Berada di...


Listen Later

(Taiwan, ROC) --- Henry Alfred Kissinger, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dengan blak-blakan menyampaikan hubungan bilateral antara Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok telah berada di ambang batas Perang Dingin. Sosok yang membuat Negeri Paman Sam menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Daratan Tiongkok tersebut menambahkan, konflik antar kedua negara akan lebih sengit dibandingkan situasi Perang Dunia Pertama.

 

Perang Perdagangan yang Telah Berlangsung 18 Bulan

Negosiasi perdagangan antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok pada akhir tahun mendatang, memberikan pengaruh kuat bagi pasar saham Negeri Paman Sam. Namun demikian, ketidak-jelasan dari berita kelanjutan negosiasi ini terus terdengar. Berapa besar biaya yang harus dibayar, jika negosiasi perang perdagangan tidak berjalan semestinya?

Dalam forum ekonomi yang digelar Bloomberg di Beijing, mantan Menlu AS, Henry Alfred Kissinger menyampaikan jika kesepakatan tidak tercapai, bukan tidak mungkin akan menyulut perang antar kedua negara.

Henry menyampaikan jika konflik antar Amerika Serikat dengan Daratan Tiongkok tengah berada di ambang pintu.

"Perang Dunia Pertama pecah karena terdapatnya beberapa konflik sporadis yang tidak dapat diselesaikan".

Dalam forum tersebut, ia menyampaikan jika perang benar-benar pecah, maka senjata Amerika Serikat akan lebih mematikan dibandingkan masa sebelumnya.

Henry menambahkan Amerika dan Daratan Tiongkok memainkan peran penting bagi perkembangan dunia saat ini, sehingga konflik pun tidak dapat dihindari.

Jika kedua negara tidak dapat mencapai konsensus, maka bukan tidak mungkin pengaruh dari konflik kali ini akan melebihi dampak pada Perang Dunia Pertama.

Mantan Menlu AS tersebut mengemukakan bahwa perang dagang tersebut tidak hanya berkaitan dengan sengketa ekonomi pada umumnya, melainkan akan merambat ke permasalahan lainnya; misal konflik Hong Kong. Ia percaya bahwa ketegangan saat ini sudah mendekati ambang batas Perang Dingin, dan bukan tidak mungkin akan terjadi perang yang lebih besar lagi.

Dunia internasional tentu menanti kabar yang menjanjikan tersebut. Apakah kedua negara akan mencapai kesepakatan di masa mendatang?

Media Reuters menyampaikan bahwa pihak Gedung Putih akhir-akhir ini mengomentari isi negosiasi perdagangan yang belum spesifik. Ditambah lagi berita negosiasi tersebut dinilai kian menjadi bahan yang terlalu sensitif untuk diperbincangkan. Fase pertama dari negosiasi tersebut kemungkinan akan ditunda pelaksanaannya hingga tahun mendatang.

Reuters melanjutkan perwakilan dagang dari Amerika Serikat, Robert Lightizer menyampaikan bahwa jika Daratan Tiongkok tidak menanggapi permintaan Negeri Paman Sam untuk menyelesaikan isu hak kekayaan intelektual dan peralihan teknologi, maka Amerika Serikat tidak akan membatalkan tarif perdagangan mereka.

Pakar mengemukakan bahwa tanggal 15 Desember 2019 merupakan kunci penting bagi negosiasi perdagangan. Jika perundingan ini berjalan lancar, maka di hari yang sama Amerika Serikat akan membatalkan sejumlah tarif yang dijadwalkan akan dikenakan atas Daratan Tiongkok. Jika Amerika Serikat kembali menetapkan tarif barunya, maka perundingan ditakutkan akan tertunda hingga tahun mendatang.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

PerspektifBy Yunus Hendry, Rti