Truth Daily Enlightenment

Iblis, Sang Pendusta


Listen Later

Kejatuhan Adam dan Hawa di Taman Eden adalah akibat dusta yang dilakukan Iblis terhadap mereka. Iblis menghampiri manusia bersikap sebagai sahabat, tetapi sebenarnya memuat kekejaman musuh. Dengan modus operasi yang sama—melalui pembicara-pembicara—Iblis mengajarkan mengenai keselamatan dan kelimpahan berkat, tetapi bukan keselamatan versi Tuhan; pengajaran mengenai berkatnya juga bukan berkat versi Tuhan, begitu juga dengan kelimpahan, dalam versi yang lain. Dengan kecerdikannya, Iblis memalsukan berbagai hal dalam gereja, seperti memuji dan menyembah Tuhan, melayani Tuhan, surga, perasaan damai, karunia Roh, kesucian hidup, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, Iblis sangat cerdik. Ia juga menggunakan ayat-ayat Alkitab untuk menyesatkan umat-Nya, yaitu dengan cara memberi isi yang tidak sesuai dengan yang dimaksudkan oleh Tuhan. Untuk menanggulangi hal ini, gereja harus giat mengajarkan kebenaran Firman Tuhan yang merupakan hasil penggalian Firman yang cerdas, jujur, dan analistis oleh pimpinan Roh Kudus.
Mimbar adalah tempat yang sangat kuat berpotensi menciptakan kebohongan. Kesaksian-kesaksian yang dikemukakan sering tidak sesuai dengan fakta sebenarnya, karena telah dilebih-lebihkan. Misalnya: kesaksian mengenai pelayanan di suatu tempat yang jumlah jemaat yang hadir, dilebih-lebihkan. Kesembuhan yang sebenarnya belum terjadi, tetapi diakui sebagai realitas. Bahasa roh, nubuatan, visi, pengelihatan yang palsu, serta pengalaman bertemu dengan Tuhan yang sebenarnya hanya halusinasi. Demikian pula dengan ungkapan perasaan senang, bahagia, terharu, bahkan air mata sering hanya sebuah peragaan seperti sandiwara. Hal ini tanpa disadari bisa menularkan spirit kebohongan kepada jemaat. Kebohongan terjadi disebabkan oleh karena tidak matangnya pribadi. Ketidakmatangan ini ditandai dengan: hasrat mencari pujian dan sanjungan, ketidakmampuan menerima diri sendiri, tidak rela tidak diterima oleh orang lain, egoisme, dan lain sebagainya.
Di dunia timur seperti di Indonesia ini, keramahtamahan adalah ciri masyarakat yang sering dibangga-banggakan. Keramahtamahan yang identik dengan corak kehidupan dan sopan santun ini sering dianggap sebagai kendaraan untuk menciptakan harmonisasi hubungan antarpribadi. Keramahtamahan yang berlebihan dan dibuat-buat merusak prinsip persahabatan dan persaudaraan yang murni. Tuhan memang menghendaki kita berlaku ramah terhadap sesama (Ef. 4:32). Ini adalah keramahtamahan yang berakar dari hati. Kata “ramah” dalam teks ini adalah eusplangkhnoi (εὔσπλαγχνοι), yang dalam bahasa Inggris bisa berarti “pitiful” yang artinya “perasaan kasihan.” Juga berarti “hati yang lembut” (tender-hearted). Jadi keramahan bukanlah sikap lahiriah, melainkan sikap hati yang memancar atau terekspresi dalam perbuatan lahiriah.
Keramahtamahan ini sebenarnya sesuatu yang positif dan bisa luhur, tetapi kalau keramahtamahan menjadi sesuatu yang dimanipulasi untuk kepentingan diri sendiri, maka lebih tepat dikatakan sebagai kemunafikan yang sejajar dengan kepura-puraan atau dusta. Oleh sebab itu, keramahtamahan yang dibuat-buat dan berlebihan juga dapat dikategorikan sebagai kebohongan. Sebagai orang Timur yang terbiasa dengan keramahtamahan yang berlebihan, kita belajar memiliki keramahtamahan yang benar. Untuk mengatasi hal ini, yang digarap adalah sikap hati kita terhadap sesama.
Diplomasi adalah bahasa dunia yang sangat populer dan semakin populer dewasa ini. Hampir dalam segala kesempatan gerak kehidupan, diplomasi menjadi bagian dari komunikasi manusia. Bukan hanya di kalangan para diplomat dan politikus saja, namun dalam dunia perdagangan, gereja, dan pergaulan sehari-hari pun diplomasi menjadi bagian dari kehidupan manusia. Diplomasi pada hakikatnya adalah kepura-puraan. Ini adalah bentuk kemunafikan yang sejajar dengan penipuan. Dalam hal ini, setiap unsur diplomasi adalah sesuatu yang tidak Alkitabiah. Di tengah-tengah dunia yang fasik, kita harus bisa bersikap seperti yang Tuhan Yesus ajarkan,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings