Truth Daily Enlightenment

Injil Yang Benar


Listen Later

Sangatlah penting untuk mempersoalkan, apa sebenarnya Injil itu? Kata Injil terjemahan dari bahasa Yunani euanggelion, yang artinya kabar baik. Untuk memahami pengertian Injil secara benar, terlebih dahulu kita harus memahami maksud kata “baik” tersebut. Harus dipersoalkan baik menurut siapa dan baik yang bagaimana. Tentu pengertian baik harus menurut Tuhan, bukan menurut manusia. Di gereja sering orang berkata: Allah itu baik. Baik yang bagaimana? Kalau baiknya hanya diukur menurut ukuran manusia, maka berarti orang tersebut tidak mengerti Injil yang benar. Ini berarti orang Kristen tersebut sesat. Kalau seseorang sesat, maka ia sedang menuju pemberontakan kepada Tuhan. Kalau seseorang tidak mengenal Injil yang benar, maka ia juga tidak akan dapat mengenal Yesus yang asli atau yang sejati. Ini berarti orang tersebut mengenal Yesus yang lain.
Pikiran yang sesat karena tidak mengenal Injil yang benar dan tidak mengenal Yesus yang sejati atau asli berdampak pada sikap hati. Sikap hati yang salah membentuk gaya hidup yang salah pula. Oleh sebab itu, jemaat harus mendengar kebenaran Firman Tuhan yang murni. Kalau pengajaran Firman benar-benar murni dari Tuhan, maka ia akan memperbaharui pikiran dan memberi pengertian mengenai siapa dan bagaimana Yesus yang benar itu. Di dalam Injil yang benar ditunjukkan Yesus yang sejati dan diajarkan apa maksud Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini akan membuahkan kehidupan yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat secara benar. Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara benar, artinya mengerti maksud penyelamatan yang Tuhan Yesus maksudkan. Keselamatan yang dimaksudkan Tuhan adalah keselamatan dari karakter atau kodrat dosa. Ini berarti penyelamatan yang Tuhan Yesus lakukan adalah mengubah dari manusia berdosa, bukan saja menjadi baik, tetapi memiliki kesederhanaan, ketulusan, dan kejujuran seperti Tuhan Yesus.
Banyak orang Kristen yang tidak mengenal Injil yang benar, sehingga mereka memiliki konsep yang salah. Mereka memahami keselamatan adalah kesuksesan lahiriah dan keindahan duniawi. Bagi orang yang baru menjadi Kristen, mereka tidak dapat membedakan manakah Injil yang benar dan yang tidak benar. Mereka tidak mengenali Yesus yang asli dan Yesus yang palsu. Demikian pula orang-orang Kristen yang hidup Kekristenannya tidak bertumbuh selama bertahun-tahun, mereka juga tidak mampu mengenali adanya “Injil yang lain” tersebut dan tidak mengenali adanya Yesus yang lain. Hal ini terbukti dengan berpindahnya banyak orang Kristen yang sudah lama berada di gereja mainstream (gereja yang sudah permanen), ke gereja-gereja yang baru-baru ini muncul. Mereka berharap dengan pindah ke gereja yang baru, mereka akan memperoleh pengajaran Injil yang benar dan Yesus yang benar. Padahal kenyataannya, tidak sedikit gereja-gereja yang dikunjungi tersebut mengajarkan Injil yang sebenarnya bukan Injil dan mengajarkan Yesus yang lain. Ternyata mereka malahan menjadi lebih sesat.
Gereja-gereja yang tidak mengajarkan Injil yang benar dan Yesus yang benar dapat menjadi gereja yang besar, seakan-akan mereka adalah gereja yang diberkati oleh Tuhan. Dalam hal ini, kemegahan gereja seolah-olah dapat menjadi ukuran kebenaran. Banyak orang Kristen berpikir, kalau gereja tidak diberkati tidak mungkin menjadi besar dan kaya. Ini adalah pikiran yang keliru sekali. Menanggapi adanya “Injil yang lain” dan Yesus yang lain ini, orang percaya harus waspada. Dalam 2 Korintus 11:2-4, dikatakan bahwa penyesatan atas orang percaya  sama dengan tipuan Iblis kepada Hawa. Keberhasilan Iblis menjatuhkan manusia ternyata dengan menyesatkan pikirannya, yaitu dengan informasi atau pemberitaan yang bertentangan dengan kebenaran. Ketidakbenaran tersebut disuntikkan ke dalam pikiran manusia, maka binasalah manusia.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings