
Sign up to save your podcasts
Or


Kesepian faktanya dapat menyerang siapa saja. Kalian yang punya banyak temen, banyak yang suka, punya pasangan, bahkan yang sudah menikah bisa ngalamin yang namanya Kesepian.
Semua orang pernah gagal, patah, dan berada dititik terendahnya yang kemudian menjelma menjadi masalalu pahit hingga trauma. Kita sering meyalahkan diri sendiri dengan dalih karenaa kita croboh semua bisa terjadi.
Apakah kalian setuju dengan statement temen harus pilih-pilih? Padahal disisi lain kita dituntut untuk memiliki banyak relasi, ya enggak? Karena hal itu penting, apa dengan pilih-pilih hubungan sosial kita akan terbatas? kalo pribadiku tidak, mengapa demikian, yok langsung masuk dalam persambatan duniawi sobat bingungan :)
Dunia percintaan, rasa, rindu, kopi, puisi, dan senja memang amat menarik untuk dibicarakan dan relate dengan kehidupan ini. Memang tak ada habisnya untuk dibicarakkan dari Laila dan Majnun di Barat ada Romeo dan Julit,di sini ada Sinta dan Rama, hingga Bocil sama Bocil. Kita tak akan terlepass dari itu semua, karena tak ada keindahan tanpa cinta. Weh weh weh kok ngeri.
Pamer amat sangat lekat dengan kehidupan dewasa ini. Mungkin orang-orang yang memperlihatkan keuwuan bersama pacar, pasangan dan barang-barangnya niatnya bukan untuk pamer hanya sekedar memberi motivasi seperti klaim mereka. Atau kita sendiri ternyata penuh dengan iri dan dengki. Menurutku gak salah juga, mereka memperlihatkan kepemilikannya. Itu bagian dari mengapresiasi diri, cuma terkadang ya ngomingin di batin :p
From the publisher's feed