As a young filmmaker, Raphael Wregas Bhanuteja became the first Indonesian director to receive an award at the Cannes Film Festival for his short film Prenjak in 2016. Wregas has also received several other accolades, including Citra Awards for Best Director, Best Short Film (This Town and Prenjak), and Best Original Screenplay; a Maya Award for Short Film (Lemantun); and the Iqbal Rais Special Award for Young Director. Levitating (Para Perasuk) premiered at the Sundance Film Festival on January 24, 2026. The film also served as the opening film for the Darwin International Film Festival, September 10 to 20, 2026. - Sebagai seorang sineas muda, Raphael Wregas Bhanuteja menjadi sutradara film Indonesia pertama yang menerima penghargaan di Film Festival Cannes untuk film pendeknya yang berjudul Prenjak, 2016. Selain itu Wregas juga telah menerima beberapa penghargaan lainnya seperti Penghargaan Citra untuk Sutradara Terbaik, Penghargaan Citra untuk Film Pendek Terbaik (Kota ini dan Prenjak) dan Penghargaan Citra untuk Skenario Asli Terbaik serta Penghargaan Maya untuk Film Pendek (Lemantun) dan Spesial Penghargaan Iqbal Rais sebagai Sutradara Muda. Penayangan perdana film Para Perasuk ini dilakukan di Film Festival Sundace, 24 Januari 2026. Film ini juga menjadi film pembuka di Festival Film Internasional Darwin yang berlangsung dari 10 – 20 September 2026.
#sbsaudiopodcast - #sbsaudiopodcast