Truth Daily Enlightenment

ISI KESELAMATAN YANG BENAR


Listen Later

Keselamatan adalah usaha Allah mengembalikan manusia ke rancangan Allah semula. Keselamatan dapat dialami dan dimiliki seseorang karena Allah menyediakan jalan keselamatan, dan manusia meresponsnya dengan benar, sesuai dengan standar respons yang dikehendaki oleh Allah. Respons yang benar bukan hanya menjadi orang Kristen dan mengaku percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Percaya adalah tindakan konkret, bukan hanya aktivitas nalar yang mengakui status Yesus bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Percaya atau imannya umat pilihan harus mengacu pada iman Abraham sebagai bapa orang percaya. Percaya Abraham kepada Allah bukan hanya di nalar, melainkan dalam tindakan konkret, yaitu melakukan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah. Firman Allah menegaskan bahwa iman adalah tindakan, bukan sekadar aktivitas nalar atau pikiran semata-mata. Iman tanpa perbuatan, seperti tubuh tanpa roh.
Keselamatan adalah sebuah proses menjadi manusia sesuai dengan rancangan Allah semula. Proses ini yang tidak pernah berhenti, sampai seseorang menutup mata. Rancangan Allah semula adalah menjadi manusia sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Adam di Eden gagal mencapai target ini sehingga semua manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm. 3:23). Manusia gagal menjadi manusia seperti yang dikehendaki oleh Allah, sehingga tidak bisa bersekutu dengan Allah secara ideal. Manusia harus dibuang dari hadirat Allah, dan terancam kematian kekal, yaitu terpisah dari hadapan Allah selamanya, masuk ke dalam api kekal. Kalau tidak ada penyelesaian—yaitu keselamatan oleh Yesus—maka semua manusia terhilang dan binasa di kekekalan.
Manusia pertama yang mencapai standar manusia sesuai dengan gambar dan rupa Allah adalah Yesus. Dia adalah manusia sempurna (The only perfect man). Adam pertama telah gagal, tetapi Adam kedua—atau yang disebut juga sebagai Adam terakhir, yaitu Yesus—berhasil menjadi manusia sesuai dengan rancangan Allah. Oleh kedatangan dan kematian Yesus di kayu salib serta kebangkitan-Nya, manusia memperoleh penyelesaian yang sempurna. Yesus memikul dosa dunia, membenarkan, dan membawa orang percaya kepada Bapa untuk menerima Roh Kudus, guna dikembalikan ke rancangan Allah semula. Yesus menjadi model manusia yang dikehendaki oleh Allah. Ini berarti, keselamatan adalah usaha Allah yang direspons dengan benar oleh manusia sehingga manusia dapat menjadi seperti Yesus. Sebenarnya, menjadi seperti Yesus adalah sesuatu yang mustahil dicapai, tetapi Allah menuntun orang percaya di dalam atau melalui Roh Kudus sehingga dapat mencapainya (Mat. 19:26).
Kalau seseorang berpandangan bahwa Allah secara sepihak menentukan keselamatan seseorang di luar kesadaran orang tersebut, hal itu akan mengarahkan pengertian keselamatan hanya berorientasi pada terhindar dari neraka dan diperkenankan masuk surga. Ini sebuah pengertian yang kurang tepat. Namun faktanya, demikianlah definisi keselamatan yang dimiliki banyak orang Kristen hari ini. Hal ini mencenderungkan orang-orang Kristen tidak menyadari tuntutan keselamatan yang dikehendaki oleh Allah bahwa kita harus dikembalikan ke rancangan Allah semula, yaitu sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus. Ketidaktepatan pengertian tersebut mengunci pikiran orang Kristen sehingga membangun asumsi bahwa tidak perlu ada perjuangan dalam keselamatan.
Kalau Allah secara sepihak menentukan keselamatan seseorang, berarti manusia tidak perlu memiliki respons secara memadai terhadap keselamatan yang Allah sediakan. Manusia hanya menerima saja “takdir” dirinya yang ditentukan secara sepihak oleh Allah berdasarkan kedaulatan-Nya yang mutlak. Dengan demikian, sulit menempatkan tanggung jawab manusia secara proporsional. Mereka lebih cenderung hanya mensyukuri keselamatan cuma-cuma dan otomatis yang mereka terima, daripada berjuang untuk mencapai maksud tujuan keselamatan itu diadakan, yaitu dikembalikan ke rancangan Allah semula. Kekristenan seperti ini menjenuhkan. Akibatnya,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings