Truth Daily Enlightenment

Jalan Hidup


Listen Later

Pada umumnya orang yang bermoral, masyarakat yang santun dan beretika akan mengusahakan diri menjadi manusia yang baik. Demikian pula dengan agama-agama pada umumnya, juga mengusahakan agar umatnya berpribadi baik. Namun persoalannya adalah apakah kebaikan itu?  Baik yang bagaimanakah yang dipahami oleh mereka? Apakah mereka benar-benar benar di mata Allah (tentu dalam ukuran manusia, bukan distandarkan dengan kebenaran Allah yang mutlak)? Benar-benar benar di mata Allah untuk ukuran manusia bersifat relatif sesuai dengan ukuran dan porsi yang diberikan kepada masing-masing individu dan komunitasnya. Itulah sebabnya nanti di pengadilan Allah ada banyak buku yang dibuka, dan setiap orang dihakimi berdasarkan apa yang tertulis dalam buku-buku itu (Why. 20:12). Dalam hal ini masing-masing orang memiliki ukuran nurani dan norma yang berbeda (Rm. 2:12-16). Dengan demikian, sesungguhnya kebaikan itu relatif, tergantung porsi dari Tuhan yang diberikan kepada masing-masing individu dan komunitas.
Pernahkah kita mempersoalkan bagaimana manusia yang baik itu menurut umat Perjanjian Baru? Apa ukuran kebaikan itu? Tentu suatu kebaikan harus ditinjau dari perspektif atau sudut pandang Tuhan, bukan kebaikan menurut manusia. Mengapa? Sebab Tuhan adalah satu-satunya arsitek agung yang menciptakan manusia, jadi Dialah yang berhak menentukan ukuran kebaikan itu. Idealnya, ukuran kebaikan bagi manusia tidak boleh diukur dengan ukuran apa pun dan manapun. Tuhan yang menetapkan ukuran kebaikan dari perspektif-Nya kepada masing – masing individu. Tuhan yang tahu apakah kebaikan itu sesungguhnya. Inilah yang sebenarnya merupakan rencana Allah sejak semula. Menciptakan manusia yang baik dalam ukuran Tuhan, yaitu yang memiliki gambar (Tselem) dan rupa (Demuth) Allah.
Kejatuhan manusia ke dalam dosa telah merusak rencana Allah tersebut atau menundanya. Rencana itu digenapi pada zaman Perjanjian Baru, yaitu dengan adanya kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang menyediakan keselamatan, yaitu fasilitas yang cukup untuk membawa manusia kembali ke rancangan Allah semula. Dengan demikian, sesungguhnya rancangan Allah untuk manusia adalah manusia menjadi makhluk yang memiliki kebaikan dalam ukuran Tuhan, yaitu dari perspektif yang dirasakan oleh Allah. Bukan diukur dengan hukum-hukum yang tertulis. Hukum-hukum yang tertulis tidak memiliki perasaan. Hukum seperti itu mati, tetapi kalau ukuran hukum itu adalah Tuhan sendiri, yaitu pikiran dan perasaan-Nya, ini adalah hukum yang hidup, sebab Allah hidup.
Tuhan Yesus tegas sekali mengatakan bahwa orang percaya harus sempurna seperti Bapa di surga (Mat. 5:48). Sempurna seperti Bapa artinya sanggup memahami apa yang Bapa inginkan untuk dilakukan. Dalam hal ini Allah menjadi ukuran kebenaran atau kebaikan. Bukan hukum yang tertulis. Hukum tertulis secara umum seperti yang kita kenal sekarang, yang berakar pada Dekalog yang dipahami secara legalistik. Manusia beragama tidak berpusat pada karya salib Kristus, tetapi berpusat pada hukum; tetapi orang percaya berpusat kepada Allah sebab Allahlah hukumnya. Dengan hal ini sangat jelas bahwa tujuan keselamatan adalah mengembalikan manusia kepada rancangan Allah semula, yaitu menjadikan manusia yang memiliki landasan hukum Allah sendiri.
Sesungguhnya Kekristenan tidak dapat dipadankan dengan agama manapun, Kekristenan adalah jalan hidup, di mana jalan hidup itu adalah jalan yang pernah dilalui atau dikenakan oleh Tuhan Yesus sebagai model manusia yang dikehendaki oleh Allah. Agama-agama adalah jalan hukum artinya hukum yang harus dijalani. Tetapi orang percaya adalah jalan hidup, artinya yang dijalani adalah kehendak Allah, yaitu segala sesuatu yang selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Biasanya orang-orang beragama dalam segala aspeknya dipandu etika yang didasarkan pada hukum. Tetapi Kekristenan dipandu oleh Roh Kudus untuk mengenakan gaya hidup Yesus Allah Anak, yaitu melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings