Truth Daily Enlightenment

Jaminan Kebahagiaan


Listen Later

Bicara mengenai transformasi, bukan bicara mengenai ekonomi membaik, bukan pula mengenai keadaan menjadi lebih nyaman, dan tidak berbicara mengenai kejahatan berkurang secara umum atau dalam masyarakat. Tetapi transformasi itu bicara mengenai perubahan pikiran. Dalam Roma 12:2 ditulis dalam bahasa aslinya metamorphoste, yang artinya perubahan pikiran. Yang dalam bahasa Indonesia populer menjadi “metamorfosa,” sebuah perubahan yang sangat fundamental, dari ulat menjadi kepompong, dari kepompong menjadi kupu-kupu. Itu baru namanya transformasi.
Kalau transformasi diajarkan hanya sebagai perubahan ekonomi, artinya menjadi lebih baik, lalu kejahatan berkurang, dunia akan menghadapi kenyamanan, itu adalah ajaran nabi palsu. Di zaman Yeremia juga begitu, nabi-nabi palsu menubuatkan keadaan akan membaik, tapi Yeremia berkata “Tidak! Yerusalem akan runtuh, penduduk dan bangsawannya akan ditawan.” Jelas, nubuat Yeremia ini bertentangan dengan nubuat nabi-nabi palsu yang meramalkan hari baik dan kehidupan yang membaik. Memang akhirnya Yeremia terasingkan atau tersingkirkan. Namun faktanya kemudian, memang Yerusalem akhirnya direbut oleh tentara Nebukadnezar.
Jangan kita berani coba-coba mengajarkan apa yang bertentangan dengan Alkitab. Dunia ini jelas akan menjadi tidak membaik. Kalau kita membaca 2 Timotius 3:1-4, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri …” Jelas, pasti dunia tidak makin membaik. Demikian pula dengan Matius 24:12, “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” Kita harus sadar bahwa ajaran yang tidak benar harus ditinggalkan. Dunia akan bertambah buruk. Bukan better, melainkan worse. Memburuk, menjadi buruk. Ketika dinubuatkan bahwa dunia akan bertambah baik—bahkan pernah dinubuatkan di Indonesia ini akan ada domba-domba baru—banyak orang pindah agama menjadi orang Kristen. Sampai-sampai seorang pendeta menghubungi saya dan mengatakan agar saya bersiap-siap, sebab sekolah tinggi teologi akan dibanjiri orang-orang non-Kristen yang masuk Kristen. Seingat saya, itu sebelum tahun 2005. Saya masih menjadi rektor di sekolah itu.
Ternyata di tahun 2005, yang tadinya dipikirkan, diramalkan, dinubuatkan akan terjadi transformasi ternyata tidak terjadi apa-apa. Malahan yang ada mengamuknya tsunami dan bencana-bencana lainnya. Ini jelas sebuah kekeliruan. Saya tidak bermaksud membangkitkan kesalahan orang dan saya tidak berhak menghakiminya. Kalau bisa, saya malah memperbaikinya. Tetapi supaya kita tahu bahwa kita menghadapi dunia yang tidak bertambah baik, tetapi dunia yang bertambah buruk. Jika kita menghadapi dunia yang semakin buruk ini, kita harus semakin berjaga-jaga dengan sungguh-sungguh.  Tidak ada waktu lagi untuk dunia, kesenangan daging kita, menikmati kenyamanan hidup. Kita harus sepenuhnya bergumul untuk memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Kita harus berjuang dengan sungguh-sungguh, benar-benar memfokuskan hidup kita untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia yang makin buruk atau bisa juga menghadapi kematian kita sendiri.
Oleh sebab itu, tentu gereja harus bicara dengan jujur dan mengerti kebenaran Tuhan. Kita harus sadar dan siuman, jangan tergiur oleh nubuatan-nubuatan, jangan terkesima oleh besarnya gedung dan kekayaan aset gereja. Kita harus hanya terpesona terhadap Tuhan. Bagi kita, Tuhan adalah segalanya. Dialah harta dan kekayaan kita, Dia segalanya bagi kita. Memiliki Allah sebagai Bapa, sudah cukup. Memiliki Tuhan Yesus sebagai Raja, dimana kita mengabdi kepada-Nya, sudah cukup. Sehingga kita bisa menerapkan firman “asal ada makanan dan pakaian, cukup.” Kita bisa menjalani hidup hari ini dengan memaksimalkan potensi bekerja, tetapi di atas semuanya, kita mempersembahkan untuk kemuliaan dan kebesaran nama Tuhan.
Ini yang Tuhan kehendaki harus kita pahami dengan benar. Kita tidak boleh lagi disesatkan oleh ajaran-ajaran yang tidak membawa kita k...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings