
Sign up to save your podcasts
Or


Tak ada niat merendahkan atau intensi hendak menghina, ketika ilmuwan di tahun 50-an menulis kata "tuli" dalam judul penelitian. Tapi belakangan kata itu berkembang jadi semacam amplas nomor 100 yang kasarnya minta ampun. Apa hubungan fenomena ini dengan Orde Baru atau sopan santun berbahasa, berbangsa, dan bernegara? Silva Isma pengajar bahasa isyarat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia menguraikan salah satu atau salah banyak penyebabnya... Tapi tidak. Tidak dalam bahasa isyarat.
By Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya - FIB UITak ada niat merendahkan atau intensi hendak menghina, ketika ilmuwan di tahun 50-an menulis kata "tuli" dalam judul penelitian. Tapi belakangan kata itu berkembang jadi semacam amplas nomor 100 yang kasarnya minta ampun. Apa hubungan fenomena ini dengan Orde Baru atau sopan santun berbahasa, berbangsa, dan bernegara? Silva Isma pengajar bahasa isyarat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia menguraikan salah satu atau salah banyak penyebabnya... Tapi tidak. Tidak dalam bahasa isyarat.