Truth Daily Enlightenment

Jangan Takut Jujur


Listen Later

Pasti Tuhan memenuhi janji-Nya dan membuktikan kesetiaan-Nya. Sebelum Yesus naik ke surga, Yesus berjanji bahwa Ia akan menyertai orang percaya; “Aku menyertai kamu senantiasa, sampai pada akhir zaman.” Seakan-akan Tuhan bicara, “Seperti Aku telah bersama-sama dengan kamu selama ini, Aku akan tetap bersama-sama dengan kamu.” Kita bisa mengerti mengapa murid-murid Yesus begitu berani memberitakan Injil, begitu berani berkorban, begitu kuat pengharapannya akan kedatangan Tuhan. Semua itu karena mereka benar-benar mengalami penyertaan Tuhan. Menjadi persoalan penting yang kita harus perkarakan pada kesempatan ini adalah seberapa kita sungguh-sungguh mengalami penyertaan Tuhan. 
Banyak orang Kristen yang tidak yakin bahwa Allah menyertai dirinya, bahkan mungkin juga meragukan apakah Allah benar-benar ada, apakah Allah benar-benar suatu realitas, apakah benar-benar Allah suatu kenyataan yang bisa dialami. Sementara orang-orang Kristen yang baik-baik, tidak mengalami penyertaan Tuhan, tetapi tidak merasa gusar dan tidak memperkarakannya, tidak mempertanyakannya kepada diri sendiri dan tidak mempertanyakannya kepada Tuhan. Kita dapat memperkarakan hal ini terhadap diri sendiri dengan pertanyaan, “Seberapa aku sungguh-sungguh telah mengalami Tuhan?” Memperkarakan dengan Tuhan dengan pertanyaan, “Bagaimana aku bisa mengalami penyertaan-Mu, Tuhan?” 
Jangan takut jujur untuk mengakui bahwa selama ini kita kurang mengalami penyertaan Allah. Bahkan orang-orang yang memiliki kesaksian-kesaksian, juga ada saat di mana mereka meragukan bahwa Allah masih menyertai mereka. Pada intinya adalah bagaimana pada akhirnya setiap kita benar-benar mengalami perjumpaan dengan Allah, berinteraksi dengan Allah secara nyata. Dan inilah yang harus benar-benar kita gumuli, supaya kita tidak berfantasi mengenai Allah, tetapi kita benar-benar mengalami Allah secara nyata dalam kehidupan ini. Untuk itu, kita harus benar-benar menyediakan waktu untuk berseru kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang dikisahkan di dalam Alkitab bahwa Dia adalah Allah yang hidup. Dan kita memperkarakan ini, “Di manakah Engkau ya, Allah?” Jangan malu mengakui bahwa selama ini kita belum mengalami Tuhan secara nyata atau secara riil. 
Mestinya kita bisa mengalami. Hamba-hamba Tuhan yang belajar Alkitab, belajar teologi, mengesankan bahwa mereka mengenal Allah. Namun sejujurnya, mereka mengenal Allah dalam ilmu, mengenal secara kognitif, tetapi belum tentu mengenal dalam perjumpaan secara pribadi dengan Allah. Umur berapa pun kita, tetap kita harus mencari wajah Tuhan yaitu mencari hadirat Tuhan. Memang ada kesaksian-kesaksian yang kita alami dalam hidup yang tidak terbantahkan bahwa itu campur tangan Tuhan, bahwa itu benar-benar menunjukkan kehadiran Tuhan di dalam hidup kita. Tetapi kiranya kita masih harus merasa ada bagian yang kurang di dalam hidup yang harus kita penuhi; yaitu, “Aku harus mengalami Tuhan.” 
Sebab, pengalaman kita dengan Tuhan harus selalu baru. Kita bukan hidup di masa lalu. Pernah sakit, sembuh; pernah mendapat persoalan berat, Tuhan tolong. Apa pun kesaksiannya, jangan berdiri di atas pengalaman masa lalu semata-mata di dalam konteks atau masalah ini. Setiap hari harus ada pengalaman baru dengan Tuhan, perjumpaan dengan Tuhan. Jika tidak, ada bagian yang kurang dalam hidup kita. Kita tidak bisa mengisi kekosongan jiwa kita dengan pengalaman masa lalu, tetapi harus kita isi dengan pengalaman yang baru dengan Tuhan. Dan Tuhan berkenan menyediakan pengalaman baru itu, sebab Dia beserta kita. 
Jadi, betapa malang kalau seseorang merasa hubungannya dengan Tuhan sudah cukup karena sudah punya pengalaman dengan Tuhan di masa lalu, dan bagian kosong di dalam dirinya diisi dengan pengalaman masa lalu. Mari kita sadari bahwa Dia yang berkata menyertai kita sampai kesudahan zaman berarti penyertaan-Nya terus-menerus tiada henti. Dan mestinya kita harus selalu merasa ada kekosongan dalam diri kita,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings