Truth Daily Enlightenment

Jangan Tinggalkan Dia


Listen Later

Setelah Yesus dibaptis, Ia memilih murid-murid-Nya. Mereka adalah orang-orang biasa seperti kita, dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Mereka bukan orang-orang hebat atau memiliki keistimewaan. Mereka adalah rakyat jelata yang berpendidikan tidak tinggi, bukan kalangan bangsawan, melainkan hanya nelayan. Murid-murid Yesus pun pada mulanya mengikut Yesus hanya karena mau mengubah nasib. Mereka berharap Yesus menjadi Raja seperti Herodes dan mereka akan memeroleh bagian jabatan, harta, kemuliaan, dan sebagainya. Bisa dibayangkan, jadi apa orang-orang ini? Tetapi, Yesus dengan kesabaran dan hikmat-Nya, dan juga dengan kebesaran pribadi-Nya menuntun dan membimbing mereka. Kebenaran ini harus kita tangkap, bahwa tidak mudah bagi seseorang untuk mengalami perubahan. Sampai Yesus sudah bangkit saja, murid-murid-Nya masih menuntut kapan Israel dipulihkan, kapan mereka bisa melihat Yesus menjadi Raja dunia, raja versi mereka. Yesus berkata, “mengenai waktunya, kamu tidak perlu tahu,” bukan tidak ada. Ada, tapi tidak perlu tahu. “Jadi saksi-Ku dulu sampai ke ujung bumi,” baru nanti mereka akan melihat pemulihan segala sesuatu (Kis. 1:6-8).
Satu hal yang penting di sini adalah kita harus seperti murid-murid, tetap bersama Tuhan dalam keadaan apa pun. Hendaknya kita tidak memiliki agenda sendiri yang sampai membuat kita kehilangan kesempatan mengalami keselamatan, seperti Yudas yang menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga. Yudas tidak berbuat salah dalam satu hari. Firman Tuhan mengatakan bahwa memang dia suka mencuri uang perbendaharaan (Yoh. 12:6). Jadi, bukan hanya satu kali Yudas berbuat salah. Ini masalahnya. Karena kebiasaan mencuri ini, membuat Yudas terikat dengan uang atau harta, sampai ia menjual Gurunya.
Kalau Petrus menyangkal Yesus tapi akhirnya bisa bertobat, berbeda dengan Yudas. Yudas sudah terlalu terikat dengan kekayaan, sampai tidak bisa lagi diperbaiki. Sampai rusak total. Sampai tingkat namanya “menghujat Roh Kudus.” Tentu ini prosesnya tidak terjadi dalam satu hari. Oleh sebab itu, kalau kita berbuat salah, kita tidak boleh menyimpan kesalahan itu. Kita harus segera membereskannya di hadapan Tuhan. Kalau kita tidak segera membereskannya di hadapan Tuhan, nanti akan menjadi akumulasi pemberontakan dan kebiasaan melakukan kesalahan yang lebih besar.  Yudas memulai dari mencuri uang kas yang dipercayakan Tuhan kepadanya, sampai dia berani menjual Yesus kepada imam-imam kepala. Jadi, dosa tidak terjadi dalam satu hari, dimana tiba-tiba orang melakukan kesalahan fatal. Tetapi melalui sebuah proses yang bertahap. Demikian pula dengan kesucian. Kesucian juga harus melalui proses yang bertahap, dari sederhana sampai kepada kesucian yang berstandar Allah, artinya ketepatan bertindak seperti Tuhan.
Yesus dalam kesabaran-Nya membimbing murid-murid-Nya yang sering berbuat salah. Walaupun motif hati murid-murid pada mulanya masih salah, Yesus membimbing mereka dalam kesabaran. Dalam hal ini yang penting, tetap dekat dengan Tuhan. Barangkali kita sedang kecewa terhadap gereja, pendeta, atau siapapun, tetapi hendaknya kita tidak melepaskana genggaman kita dari tangan Tuhan. Kita harus tetap dekat dengan tuhan. Jam doa setiap hari, harus tetap dilakukan. Kita mungkin kecewa, tidak bergereja karena satu dan lain hal, tapi kita bisa mencari khotbah lewat YouTube, membaca buku rohani, duduk diam di kaki Tuhan. Hendaknya kita tidak meninggalkan Tuhan. Tuhan pun tetap dengan sabar menuntun kita untuk mengalami proses perubahan. Tapi kalau kita mulai kecewa, tidak mau ke gereja lagi, lalu hari-hari hanya diisi dengan menonton film seri, bergaul dengan orang yang tidak takut akan Allah, dan melakukan segala hal yang tidak berguna menumbuhkan iman, maka kita bisa binasa.
Kalau Yudas sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya (Yoh. 12:6) sampai bisa menjual Guru dan Tuhannya; sebaliknya, dari hal-hal sederhana kita mengasihi Tuhan sampai kita menyerahkan nyawa kita untuk Tuhan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings