Truth Daily Enlightenment

Janji Penyertaan-Nya


Listen Later

Di dalam Injil, kita tidak menemukan janji Tuhan bahwa Ia akan memberikan kita kelimpahan materi. Sebab, ketika ada orang bertanya dan menyatakan kesediaannya mengikut Yesus ke mana pun Ia pergi, dimana ia berkata, “Tuhan, aku mau ikut Engkau ke mana pun Engkau pergi.” Tapi jawab Yesus, “Serigala mempunyai liang, burung mempunya sarang, tetapi Anak Manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Begitu dikatakan dalam Lukas 9:58. Di balik pernyataan ini, Yesus mau menyatakan bahwa “kalau kamu mau ikut Aku, kamu akan berkeadaan seperti Aku: miskin secara materi.” Dan Alkitab memang mengatakan “Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” Orang-orang Kristen juga akan bisa dibuat berkeadaan seperti ini.
Tuhan mengajar kita untuk mengalami penderitaan seperti yang Ia alami. Tuhan tidak menjanjikan kelimpahan materi, tetapi Ia menjanjikan penyertaan-Nya yang pasti. Tuhan berkata, “Aku menyertai kamu senantiasa, sampai kepada akhir zaman.” Jangan ini membuat kita kecil hati dan berkata, “kalau begini, kapan kita menjadi kaya?” Bisa saja, seseorang dipercaya Tuhan dengan kekayaan. Tetapi kekayaan itu pun semua milik Tuhan. Karena firman Tuhan mengatakan bahwa “kamu bukan milikmu sendiri.” Dan di dalam penyertaan-Nya itu, segala sesuatu yang terjadi pasti baik adanya.
Sebenarnya, seseorang ingin memiliki kelimpahan materi untuk apa? Untuk kebahagiaan dan kesenangan, bukan? Bagi kita, yang penting adalah memiliki kesenangan walaupun tidak atau bukan ditopang oleh materi. Tuhan mengatakan dalam Yohanes 14:27, “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.” Ia menjanjikan damai sejahtera itu. Damai sejahtera-Nya sendiri, yang Yesus rasakan, yang memenuhi penduduk surga. Itu diberikan kepada kita. Di dalam damai sejahtera itulah kita bisa menikmati ketenangan dan keteduhan yang tidak kita peroleh dari mana pun juga. Tetapi yang bisa mengalami ini sangat sedikit, hanya orang-orang yang hidupnya benar-benar bersih atau berjuang untuk hidup bersih. Orang-orang yang tidak ditopang oleh kesenangan dunia.
Kebahagiaan dalam Tuhan ini akan mendorong seseorang untuk terus menjaga kehidupan yang tidak melukai orang lain, tidak menyakiti sesama, malah menjadi berkat. Damai sejahtera yang melampaui segala akal yang diberikan Tuhan membuat seseorang akan rela berjuang, berkurban apa pun demi keselamatan jiwa orang lain. Dan kalau satu orang diselamatkan, artinya dia bisa membimbing orang untuk hidup tidak bercacat dan tidak bercela, itu kebahagiaan. Itu kesukaan. Seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, ada sukacita di surga ketika ada seseorang bertobat di Lukas 15:10, “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”
Sukacita seperti ini yang bisa kita nikmati. Dan sukacita seperti itu kita perjuangkan. Kita mempertaruhkan apa pun yang kita miliki demi kita bisa menyenangkan hati Tuhan, dengan membawa jiwa-jiwa yang dibaharui, yang berubah kodrat, yang lahir baru, dan kita menikmati sukacita-Nya. Jadi, kalau hanya membuat orang non-Kristen menjadi Kristen, belum tentu membuat Tuhan sukacita. Yang membuat Tuhan dan malaikat di surga bersukacita adalah ketika kita bisa membawa orang bertobat dalam arti yang benar.  Bertobat, berbalik kepada Tuhan dalam arti yang benar. Tuhan tidak menjanjikan pemenuhan kebutuhan jasmani, tetapi Ia menjanjikan penyertaan-Nya. Artinya, Tuhan akan memimpin kita, melindungi kita agar perjalanan kita bisa sampai ke surga. Tuhan menjagai kita untuk bisa tetap setia di bumi ini kepada Tuhan, sampai kita menutup mata dan bertemu dengan-Nya.
Jadi, pernyataan Tuhan jangan diartikan naik pangkat, dapat gelar banyak, punya kekuasaan, materi yang berlimpah dan cukup. Kalau hanya itu, dunia pun memilikinya dan bisa memberikannya. Keberhasilan dan sukses menurut manusia,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings