
Sign up to save your podcasts
Or


2024-01-15
Kudapan Jadul Bubur Tepung Terigu 麵茶
Teman-teman Jkers, Hari ini saya mengajak Anda menjelajahi kuliner jadul Taiwan, yang disukai kaum senior ketika masa remaja mereka, kudapan ini menemani mereka bertumbuh dewasa dan memasuki usia tua, hanya tinggal kenangan nostalgia. Dan tampaknya sekarang kudapan ini sudah dijual dalam bentuk kemasan dalam kaleng dan Anda tinggal menyeduhnya dengan air panas.
Nah, kuliner jadul ini namanya Bubur Tepung Terigu Mian Cha麵茶, meski dari kata mandarinnya ada kata cha, berarti teh tetapi sebenarnya itu bukan teh, melainkan kudapan dari tepung terigu yang dioseng di wajan dan diberi gula saat hendak dimakan, dan disiram dengan air panas, diaduk menjadi bentuk bubur. Tetapi entah kenapa dinamai teh cha, padahal bentuknya berupa bubur. Mungkin saja, karena cara penyeduhannya seprti kita membuat teh, yaitu daun teh di wadah lalu disiram air panas. Demikian pula tepung terigu ini juga disiram air panas. Sehingga prosesnya seperti kita membuat teh.
Cara membuat Mian Cha bubur tepung terigu.
Bahannya sederhana sekali, yaitu tepung terigu tidak perlu diayak, lalu dioseng tanpa minyak di wajan, apinya sedang kecil saja, diaduk-aduk terus tepung terigunya sampai menguning, dan memang proses menjadi kuning inilah yang diharapkan, agar tepung berubah menjadi harum dan bukan bau tepung lagi. Tepung terigu sangrai ini setelah menguning semua, ditaruh di mangkuk lalu diberi sedikit gula, dan disiram dengan air panas yang baru mendidih. Maka bayangkan teman-teman, seketika tepung berubah menjadi bubur kental, dan perlu diaduk rata agar gulanya merata dan lumer. Nah, ini sering dibuat sendiri oleh ibu-ibu rumah tangga, untuk kudapan bagi anak-anaknya.
Kalau ingin lebih mewah, maka tidak hanya tambahan gula saja, melainkan ada tambahan bahan lain seperti wijen hitam yang sudah disangrai harum, selai kacang, dan bubuk garam merica andaliman, sehingga aroma bubur tepung terigu mia cha ini menjadi lebih bervariasi, cara makannya menggunakan sendok layaknya kita makan bubur, jadi tidak bisa seperti minum teh, tambahan tadi membuat bubur ini menjadi manis asin dan ini menurut catatan sejarahnya, merupakan kudapan Asia Timur. Jadi tidak hanya Taiwan saja yang mempunyai kudapan serupa.
Aslinya di zaman dulu tepungnya terbuat dari milet proso semacam biji-bijian kuning kecil yang tumbuh di banyak negara. Biji-biji miletPanicum miliaceum atau milet proso ini dilumatkan menjadi tepung dan cocok untuk membuat bubur tadi. Tapi sekarang lebih banyak menggunakan tepung dari jagung atau juwawut. Tetapi kalau untuk masyarakat Taiwan, mereka sering memakai tepung terigu. Dan dengan rasa manis tanpa campuran seperti bubuk garam merica.
Ada yang menggunakan beras, yang disangrai sampai menjadi seperti popcorn, baru disiram teh dan gua. Dan berkembang menjadi Lei Cha. Yang dicampuri dengan aneka biji-bijian dan daun teh yang diulek dulu baru disiram dengan air panas. Menjadi teh yang berisi aneka kudapan. Sehingga meminumnya susah, karena harus dikunyah dulu.
Di Taiwan ada yang menambahi tepung sangrai dengan minyak hewan dan bawang goreng agar lebih harum, sesuai dengan kebiasaan kuliner orang Taiwan yang suka menambahi kuliner dengan bawang goreng.
By Maria Sukamto, Rti2024-01-15
Kudapan Jadul Bubur Tepung Terigu 麵茶
Teman-teman Jkers, Hari ini saya mengajak Anda menjelajahi kuliner jadul Taiwan, yang disukai kaum senior ketika masa remaja mereka, kudapan ini menemani mereka bertumbuh dewasa dan memasuki usia tua, hanya tinggal kenangan nostalgia. Dan tampaknya sekarang kudapan ini sudah dijual dalam bentuk kemasan dalam kaleng dan Anda tinggal menyeduhnya dengan air panas.
Nah, kuliner jadul ini namanya Bubur Tepung Terigu Mian Cha麵茶, meski dari kata mandarinnya ada kata cha, berarti teh tetapi sebenarnya itu bukan teh, melainkan kudapan dari tepung terigu yang dioseng di wajan dan diberi gula saat hendak dimakan, dan disiram dengan air panas, diaduk menjadi bentuk bubur. Tetapi entah kenapa dinamai teh cha, padahal bentuknya berupa bubur. Mungkin saja, karena cara penyeduhannya seprti kita membuat teh, yaitu daun teh di wadah lalu disiram air panas. Demikian pula tepung terigu ini juga disiram air panas. Sehingga prosesnya seperti kita membuat teh.
Cara membuat Mian Cha bubur tepung terigu.
Bahannya sederhana sekali, yaitu tepung terigu tidak perlu diayak, lalu dioseng tanpa minyak di wajan, apinya sedang kecil saja, diaduk-aduk terus tepung terigunya sampai menguning, dan memang proses menjadi kuning inilah yang diharapkan, agar tepung berubah menjadi harum dan bukan bau tepung lagi. Tepung terigu sangrai ini setelah menguning semua, ditaruh di mangkuk lalu diberi sedikit gula, dan disiram dengan air panas yang baru mendidih. Maka bayangkan teman-teman, seketika tepung berubah menjadi bubur kental, dan perlu diaduk rata agar gulanya merata dan lumer. Nah, ini sering dibuat sendiri oleh ibu-ibu rumah tangga, untuk kudapan bagi anak-anaknya.
Kalau ingin lebih mewah, maka tidak hanya tambahan gula saja, melainkan ada tambahan bahan lain seperti wijen hitam yang sudah disangrai harum, selai kacang, dan bubuk garam merica andaliman, sehingga aroma bubur tepung terigu mia cha ini menjadi lebih bervariasi, cara makannya menggunakan sendok layaknya kita makan bubur, jadi tidak bisa seperti minum teh, tambahan tadi membuat bubur ini menjadi manis asin dan ini menurut catatan sejarahnya, merupakan kudapan Asia Timur. Jadi tidak hanya Taiwan saja yang mempunyai kudapan serupa.
Aslinya di zaman dulu tepungnya terbuat dari milet proso semacam biji-bijian kuning kecil yang tumbuh di banyak negara. Biji-biji miletPanicum miliaceum atau milet proso ini dilumatkan menjadi tepung dan cocok untuk membuat bubur tadi. Tapi sekarang lebih banyak menggunakan tepung dari jagung atau juwawut. Tetapi kalau untuk masyarakat Taiwan, mereka sering memakai tepung terigu. Dan dengan rasa manis tanpa campuran seperti bubuk garam merica.
Ada yang menggunakan beras, yang disangrai sampai menjadi seperti popcorn, baru disiram teh dan gua. Dan berkembang menjadi Lei Cha. Yang dicampuri dengan aneka biji-bijian dan daun teh yang diulek dulu baru disiram dengan air panas. Menjadi teh yang berisi aneka kudapan. Sehingga meminumnya susah, karena harus dikunyah dulu.
Di Taiwan ada yang menambahi tepung sangrai dengan minyak hewan dan bawang goreng agar lebih harum, sesuai dengan kebiasaan kuliner orang Taiwan yang suka menambahi kuliner dengan bawang goreng.