Jelajah Kuliner

Jelajah Kuliner 美食無國界


Listen Later

美食無國界 美食無國界 Aneka Sambal Enak 無國界辣椒醬

 Selamat datang di acara Jelajah Kuliner acaranya Maria Sukamto 歡迎收聽美食無國界, apa kabar para JK lovers para JKers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Setelah pekan lalu dapur Maria dimeriahkan oleh Basid Hasibuan yang membawa cerita tentang sambal bawang pucuk rotan yang bikin penasaran. Hari ini topik tetap berkembang tentang sambal aneka cabe cabean. Banyak pendengar yang nimbrung dengan sambel favoritenya masing-masing dan syukurlah semua masih bisa dinikmati karena bukan tinggal kenangan karena tidak ada bahan lagi. Nah sambel apa saja yang begitu hangat dibicarakan di laman FB saya. Yuk simak!

 Eddy Setiawan : Udah lama gak ketemu sambal, perutnya udah gak mengizinkan bisanya hanya sebatas saos tomat, itupun dalam batas tertentu.

 Nano Sa : sambel kupang, sambel kecap dan sambel tomat.

 Basid Hasibuan: Klo ga ada sambel rasanya ada yg kurang klo lagi makan biasanya di stok di kulkas setelah bikin sambal yg banyak tinggal dituang ke nasi lagi panas panas nasinya

 Dwi Budhi Rahardjo: Tiada sambal terasa hambar semuanya, sambal terasi, sambal mangga, sambal kecap, sambal tomat, sambal kemangi, sambal tempe, sambal gosrek cabe rawit, wah pokoknya banyak variannya kak Maria Sukamto dan enak-enak semua.

 sambal petis untuk cocolan tahu goreng mantap poll

 Rudy Hartono: Sambal tomat,  iya kak wajib sambal walau pedasnya level under

 Saeful Fahmi: Paling enak sambel mentah di campur limau

 Tampaknya sambal tomat paling favorite karena paling banyak disebut, memang saya akui sambal tomat juga merupakan sambal kesukaan saya sejak kecil. Semua segar, cabe segar, garam kasar, sedikit terasi goreng diulek dulu secara kasar, lalu tomat segar yang diiris kasar juga dimasukkan, dan diulek lagi. Pada saat mengatakan demikian, saya seolah-olah tercium bau harumnya cabai campur tomat dan bau terasi yang semerbak.... dan saat ini sepiring nasi tanpa laukpun juga akan habis. Dan syukur-syukur masih ingat menyambar krupuk.

 Ohya bagaimana dengan krupuk teman-teman Jkers, Anda suka yang bagaimana? Kalau saya suka yang krupuk puli dari beras saja.

 Belakangan ini Taiwan dihebohkan oleh banyak urusan kuliner, dari cabe yang bermasalah sampai ada yang keracunan hingga tewas. Orang orang takut bahkan katanya melihat tulisan beras saja sudah ketakutan.

 Untuk cabe dan merica, membawa dampak bagi saya secara langsung. Karena agak kesulitan ketika makan di luar. Biasanya sup kental juhi yang favorite saya, menjadi tidak berani dibeli lagi. Karena sup kental juhi ini mengandung banyak merica. Merica juga terdampak dalam kasus tsb. karena merica yang sudah dalam bentuk bubuk, akan cepat hilang rasa pedasnya, maka oleh manufakturnya ditambahi dengan cabe hijau pedas yang juga sudah dibuat bubuk, jadi campur menjadi satu dan tidak kelihatan bahwa itu ada cabe. Nah, celakanya cabe merah dan hijau ini tidak sehat karena menggunakan pewarna industri. Nah untuk berita selengkapnya, para Jmers bisa memantau acara RTISI lainnya termasuk laporan khusus yang sering ditayangkan di laman FB RTISI.

 Sebenarnya membuat sambal sendiri itu mudah, hanya saja orang Taiwan mayoritas tidak terbiasa membuat sendiri, mreeka terbiasa dengan membeli karena mudah murah. Sering mereka merasa capai melihat saya suka membuat sendiri apa apa saja. Kata mereka melihat saja sudah capai apalagi disuruh melakukannya. Tetapi ini tidak mengartikan mereka pemalas. Mereka akan rajin sekali bekerja dan bahkan mungkin lebih rajin dari orang-orang kita.

 Lalu orang Taiwan suka sambal yang bagaimana? Sebenarnya mereka lebih suka dengan sambal yang masih kelihatan bentuknya. Misalnya cabe bawang semua dirajang dan direndam dalam cuka dan gula. Atau cabe dimasak lalu digoreng bersama bawang putih. Atau cabe setelah dikeringkan lalu digiling kasar dan disiram minyak panas. Sehingga minyak menjadi berwarna coklat dan mereka kebanyakan memakan minyak cabenya. Berbeda dengan saya yang akan menyendok cabe yang mengendap dan menghindari minyaknya. Dan orang Taiwan suka membuat saos cabe dengan minyak banyak. Katanya agar tidak mudah rusak. Tapi mereka gunakan minyaknya dan tidak memakai cabainya.

 Di kawasan pemukiman orang Mianmar, mereka sambalnya kering. Berupa ramuan dari cabe kering dan rempah-rempah.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Jelajah KulinerBy Maria Sukamto, Rti