Kabin Pesawat

Kabin Pesawat

Download on the App Store

Kabin Pesawat episodes

  • Bisa Bisa 01 • Keeping Sane
    Hidup lagi kaya lagu dangdut nggak sih? Penuh liku-liku. Rasanya kayak berjuang sendirian padahal punya banyak temen untuk pegangan. Kalau udah kurang waras gini, apa ya yang bisa kita lakukan?
    9 min
  • Kawan Baca #8 Hal Sederhana (Oesdt)
    Di dunia ini, ada sekitar delapan miliar orang, dan orang-orang terlihat sama. Melihat dengan mata, mendengar dengan telinga, mencium dengan hidung, merasa dengan lidah dan meraba dengan kulit. Kita semua sama. sama-sama pernah sedih, lalu bahagia. sama-sama pernah salah, lalu minta maaf setelahnya. Sama-sama pernah marah, lalu melapangkan hati dengan rela.
    Jadi, apa yang mampu buat kita mencinta, kalau kita semua sama?
    Jawabannya, hal-hal sederhana. (Narasi: Acciodia, Audio: Oesdt)
    2 min
  • Kawan Baca #7 Aksara Rasa (Nope)
    Perlahan aku mengerti, tak semua kata dapat diucapkan, tak semua pemikiran harus tersampaikan, dan tak semua rasa harus disalurkan.
    Selamat tinggal, Kasih. Kuharap kau bahagia. Bahagia dengan jalan yang kau pilih. Jangan kembali lagi, aku takkan membuka pintu untuk yang kedua kalinya. Terima kasih. (Narasi dan audio: Nope)
    2 min
  • Kawan Baca #6 Pohon Tua (Caffeinne)
    Tapi kemudian, aku paham apa yang Kakek maksudkan. Setelah belasan tahun berlalu, aku kembali melihat pohon itu lagi. Pohon tua itu, berdiri tegak dan kokoh dengan pendirian, tidak egois dan membantu tanpa peduli pandang. Pohon tua itu, dengan sederhana, luar biasa. (Narasi : Accidia, Audio :Caffeinne)
    3 min
  • Kawan Baca #5 Ambang (Tanpa Nama)
    Aku tahu, kenangan akan segera turun membasahi jalan-jalan kota yang pernah kita lewati. Gemuruh petir bersanding sandar di antara rintik yang sendu, jatuh di setiap lantai bumi yang tabah. Mungkinkah kita bersama hanya untuk mencapai kata pisah? Seperti perilakumu yang seakan-akan mengatakan pergilah, tetapi ucapanmu berkata tinggalah. Jadi, kamu mau aku yang seperti apa? (Narasi dan Audio: Tanpa Nama)
    3 min
  • Kawan Baca #4 Cantik (Mahani)
    Cantik itu kamu, meski bukan gadis kacamata atau rambut sebahu atau rok floral, meski bukan seperti orang kebanyakan. Cantik itu kamu, dan pemikiranmu, dan sikapmu, dan hal-hal yang kau pilih untuk lihat dan tidak, dan hal-hal yang kau pilih untuk dengar dan tidak.
    Cantik itu, itu. (Narasi: Acciodia, Audio: Mahani)
    2 min
  • Kawan Baca #3 Mata (Baba)
    Yang aku pedulikan adalah caramu memandang dunia. Aku ingin tahu bagaimana kamu melihat semesta dan seisiny, karena hanya itulah yang membuatmu berbeda. Maksudku, orang lain bisa saja punya bentuk mata yang sama sepertimu, berikut warnanya, jumlah kelopaknya, kelentikan bulu matanya, juga lengkungan alisnya. Tapi cara memandang, dan apa-apa yang kamu pilih untuk lihat dan tidak lihat; orang-orang tidak akan sama denganmu. Itu yang membuat kamu berbeda. Itu yang membuat kamu istimewa. (Narasi: Acciodia, Audio: Baba)
    2 min
  • Kawan Baca #2 Nak, Ini 2020 (Nasywa)
    Nak, ini 2020, dan keadaan chaos di mana-mana. Aku tidak tahu kelak kau akan jadi Adam atau Hawa, aku tidak tahu kelak dunia kan lebih lembut atau kebalikannya. Aku tidak tahu.
    Tapi ingat, kapanpun kau butuh aku, kau bisa selalu luruh di hadapanku. Kau bisa selalu jatuh di dekapanku. Kemarilah, ketuk selalu pintu kamarku, dan menangislah semaumu. Karena dunia ini keras, kau tahu? Dan aku bertanggung jawab sebab kau lahir dari rahimku. (Narasi: Acciodia, Audio: Nasywa)
    7 min
  • Kawan Baca #1 Arti Cinta (Aurelia)
    Aku punya sebuah kisah. Tentang Putri Raja yang tidak pernah menundukkan kepalanya. Putri Raja yang selalu dijuluki angkuh karena selalu mengangkat dagu di depan siapapun. Tuan Putri yang di tengah malam menangis pilu ditemani hujan, karena dikalahkan oleh cinta, yang untuk pertama kalinya menundukkan kepalanya demi cinta. Dia tidak tau kenapa Sang Raja tak pernah mengizinkan dia menunduk. Tapi hari itu dia sadar, saat dia memilih untuk melakukannya, saat itu pula tiaranya akan terjatuh. Dan di depan cinta, Tuan putri tangguh di lukai dengan begitu parah. Lukanya terlalu membekas, hingga sampai hari ini luka itu masih jadi cinderamata terbaik dari cinta. (Narasi dan audio: Aurelia)
    3 min
  • Hi Dunia! Ini Acciodia!
    Kata pepatah, tak kenal maka kenalan, hehe. Oh iya, dengerinnya sambil minum kopi atau teh ya! (ya kalo nggak mau juga nggak apa-apa sih, nyaranin aja, siapa tau aus)
    8 min

About Kabin Pesawat

From the publisher's feed

Orang bilang bandar udara adalah ruang tunggu raksasa. Di sini, bagiku dan bagimu, mari kita anggap sebagai titik mula perjumpaan kita. Sekarang, mari kuantar kemana saja kau mau berada.