"sepi.sau" ini ditulis ketika masih maba di perkuliahan--kalau tidak lupa di tahun 2015. Ditulis setelah membaca puisi "Sepisaupi" dari Sutardji Colzoum Bahri (1973). Sedangkan narasi singkat di awal, ditulis baru saja. P.S. Pake earphone ya.
Narasi ini terinspirasi dari kiriman surel pendengar. Perihal cinta dan marah. Terima kasih sudah mau berbagi cerita. Untuk pengirim surel yang lain, terima kasih sudah mau berbagi. Saya tidak tahu ternyata orang-orang yang berbagi kisah ke podcast sederhana ini sungguh luar biasa. Semoga lekas berdamai.
Ketika mendengar berita dari Tv One, lalu melihat aksi yg didokumentasi viva.co.id (keduanya lantas menjadi sumber suara berita dan aksi dalam narasi kali ini). Lalu poster episode kali ini diambil dari tempo.