Truth Daily Enlightenment

Kasih dan Keadilan Allah


Listen Later

 
Dalam diri-Nya, Allah memiliki tatanan dalam menjalankan tata laksana pemerintahan semesta. Allah tidak dapat melawan tatanan yang terdapat dalam diri-Nya sendiri. Tatanan Allah ini bersifat permanen dan absolut. Permanen artinya tidak dapat berubah seiring ruang dan waktu. Absolut artinya tatanan dalam diri Allah tidak dapat dibatalkan oleh apa pun dan siapa pun, termasuk oleh diri-Nya sendiri. Tatanan ini menyebabkan keteraturan dalam diri Allah dan segala keputusan yang keluar dari-Nya. Tidak ada kontradiksi atau inkonsistensi yang dapat ditemukan dari diri Allah.
 
Tatanan ini beririsan dengan hakikat-Nya yang mahakasih dan mahaadil. Hakikat Allah yang Mahakasih dan Mahaadil tidak bertentangan satu dengan lainnya. Banyak orang Kristen dan non-Kristen mempertanyakan pertemuan dua hakikat ini. Jika Allah mahakasih, mengapa Ia tidak mengampuni saja seluruh umat manusia? Mengapa Allah harus menghukum umat manusia yang tidak taat kepada-Nya? Bukankah Ia Allah yang Mahakasih? Kemunculan pertanyaan-pertanyaan semacam ini dapat dimengerti mengingat konsep Allah pada sebagian besar orang Kristen masih belum tepat. Allah dipandang berat sebelah pada diri-Nya yang penuh kasih, kebaikan, dan anugerah. Oleh karenanya, tidak heran apabila muncul pengajaran hyper-grace yang menekankan anugerah Allah yang menyelesaikan segala pelanggaran dan dosa manusia. Dosa dan pelanggaran manusia—bahkan Iblis—dapat diterima Allah dalam anugerah-Nya yang luar biasa. Anugerah semacam ini dapat dilihat sebagai anugerah murahan yang muncul dari pengenalan akan hakikat Allah yang tidak berimbang.
 
Di sisi lain, ada kelompok yang menekankan keadilan dan ketegasan Allah. Akibatnya, sosok Allah dilihat sebagai sosok yang garang, penuh murka, dan tidak berbelas kasihan. Pandangan semacam ini telah muncul sejak abad pertama berdirinya gereja yang diwakili oleh sosok Marcion. Marcion melihat Allah Perjanjian Lama dan Allah Perjanjian Baru adalah Allah yang berbeda. Allah Perjanjian Baru dipandang sebagai Allah yang penuh kasih, sedangkan Allah Perjanjian Lama adalah Allah yang jahat, garang, dan tidak berbelas kasih. Akibatnya, ia menolak Perjanjian Lama sebagai kitab-kitab untuk mengajar umat. Marcion melihat ketegasan dan keadilan Allah dalam Perjanjian Lama secara fatalistis dan tidak berimbang. Padahal, Allah dalam Perjanjian Lama adalah Allah yang sama yang ditemui pada Perjanjian Baru dalam Yesus Kristus. Allah dalam Perjanjian Lama adalah Allah yang mengasihi umat-Nya dan penuh anugerah, sehingga Ia tidak memperhitungkan keadaan awal Israel ketika menebus mereka keluar dari Mesir. Jika sekiranya Allah melihat kepantasan dan kelayakan Israel, tentu mereka tidak akan dibebaskan dari Mesir. Namun pada faktanya, Allah tidak memperhitungkan kepantasan dan kelayakan Israel ketika membebaskannya dari Mesir. Allah setia pada perjanjian-Nya terhadap nenek moyang bangsa Israel, yakni Abraham, Ishak, dan Yakub.
 
Sesungguhnya, sisi kasih dan keadilan Allah tidak dapat terpisahkan. Keduanya adalah hakikat Allah yang tidak terpisahkan atau non-dualistik. Dalam kasih-Nya, Allah menerima semua manusia melalui penebusan Putra Tunggal-Nya. Ia tidak memperhitungkan kepantasan dan kelayakan manusia ketika menyatakan kasih dan anugerah-Nya. Ketika Ia mengasihi dan menerima manusia, itu berarti Ia sungguh-sungguh menerima manusia tanpa syarat. Allah tidak berpura-pura menerima atau memaksa diri-Nya untuk menerima manusia. Ia adalah Allah yang kasih adanya. Namun di sisi lainnya, kasih Allah tidak membuat diri-Nya kehilangan kedaulatan untuk menegakkan keadilan.
 
Dalam kasih-Nya, Ia menegakkan keadilan secara bersamaan sebagai Hakim yang membalas setiap orang menurut perbuatannya. Hal ini tidak perlu dipandang bertentangan atau kontradiktif. Justru dengan menegakkan keadilan, Allah menunjukkan kasih-Nya. Jika Allah tidak menunjukkan keadilan-Nya, maka Ia melanggar tatanan yang ada di dalam di...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings