Truth Daily Enlightenment

Katallaso


Listen Later

Pada umumnya, orang takut menghadapi kematian. Tetapi, mereka tidak sungguh-sungguh digentarkan oleh kematian tersebut sehingga mereka tidak melakukan upaya untuk mempersiapkan diri menghadap pengadilan Allah. Seharusnya, realitas kematian yang bisa menjemput orang setiap waktu menjadi realitas yang mestinya sangat menggetarkan jiwa. Kalau seseorang sudah tidak pernah tergetarkan oleh realitas ini, maka ia tidak pernah takut akan Allah secara patut. Kenyataannya, banyak orang lebih digentarkan oleh banyak perkara di dalam dunia ini—seperti kemiskinan, kegagalan karier, khawatir kurang terhormat, dan lain sebagainya. Sikap hati seperti ini membuat seseorang tidak mengasihi sesama dengan benar. Orang-orang seperti ini pasti tidak memiliki sikap hormat yang patut kepada Allah. Mereka tidak layak menjadi anggota keluarga Allah, bahkan tidak layak hidup di langit baru dan bumi yang baru. Percuma mereka percaya bahwa Allah itu ada. Kepercayaan terhadap Allah tidak ada artinya. Allah pun tidak menyukai dipercayai oleh orang-orang seperti itu. Kalau mereka ke gereja, menjadi aktivis bahkan menjadi pendeta, status dan kegiatan rohani mereka menjadi kejijikan di hadapan Allah.
 
Seharusnya, seseorang tergetarkan oleh realitas kematian dan kekekalan, sehingga ia memiliki kegentaran yang patut terhadap Allah dan berusaha untuk hidup kudus seperti Allah. Orang rajin ke gereja sebagai jemaat, aktivis, bahkan pendeta, belum tentu memiliki kegentaran yang patut terhadap Allah. Orang yang benar-benar memiliki kegentaran terhadap Allah pasti berusaha hidup dalam perdamaian dengan Allah. Perdamaian dengan Allah artinya berusaha untuk memiliki kehidupan yang tidak melukai hati Allah sama sekali. Penyesatan yang terjadi dalam kehidupan banyak orang Kristen dewasa ini adalah kalau sudah merasa percaya kepada Tuhan Yesus berarti sudah berdamai dengan Allah. Padahal, mereka tidak tahu bagaimana percaya itu.
 
Dalam Roma 5:10 tertulis: “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!” Ayat ini menunjukkan bahwa ketika kita belum mengenal Yesus, kita masih belum bertobat atau seperti Paulus masih menganiaya orang-orang Kristen. Sekarang, kita semua telah diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak Allah, yaitu Tuhan kita, Yesus Kristus. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus mati untuk semua orang, bukan untuk hanya sebagian orang. Alkitab jelas mengatakan, “Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya,” yang mengucapkan atau menulis ini adalah Rasul Paulus, yang sebelum bertobat bernama Saulus, sebagai penganiaya orang-orang Kristen. Ia menyatakan demikian oleh ilham Roh, sehingga kebenaran ini tidak dapat dibantah.
 
Hal ini senada dengan yang dikatakan dalam 2 Korintus 5:19-20, “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.” Inilah Injil yang harus diketahui oleh semua bangsa, yang oleh karenanya, Paulus mengatakan bahwa dirinya dan orang-orang yang dipanggil seperti dirinya, mendapat kepercayaan untuk menyampaikan berita tersebut. Paulus dan orang-orang yang terpanggil untuk memberitakan Injil adalah utusan-utusan Kristus. Paulus menyediakan diri untuk itu dengan segala pengorbanan yang dipertaruhkan.
 
Perdamaian dengan Allah tidak bisa terjadi secara otomatis hanya mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Harus ada usaha dari setiap orang untuk berdamai dengan Allah, yang oleh karenanya Paulus mengatakan kepada orang percaya agar memberi diri “diperdamaikan.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings