pemakaian narasi agama dalam setiap aksi terorisme di Indonesia. Narasi agama, atau ayat di kitab suci seringkali dijadikan doktrin oleh pelaku untuk menyebar teror. Bagaimana pemerintah, tokoh-tokoh atau pemuka agama meluruskan pandangan tersebut? Apa saja yang seharusnya dilakukan pemerintah dan organisasi keagamaan di Indonesia, agar tidak ada lagi penggunaan narasi keagamaan, dalam setiap aksi radikalisme?**Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]