Truth Daily Enlightenment

Keberadaan Allah yang Mahahadir


Listen Later

Pada umumnya, orang-orang beragama mengakui bahwa Allah Mahahadir. Mereka juga percaya Allah ada di mana-mana. Tetapi, masih ada juga orang Kristen yang merasa dan yakin kalau Allah lebih nyata kehadiran-Nya di gereja dibandingkan dengan di luar gereja. Dalam hal ini, seakan-akan Allah terikat oleh ruangan rumah ibadah gereja. Dengan asumsi ini, berarti Allah disejajarkan dengan dewa-dewa dalam kepercayaan agama di luar Kristen. Sejatinya, Allah adalah Allah yang Mahahadir. Tetapi masalahnya adalah bagaimana sikap orang percaya terhadap kenyataan Allah yang Mahahadir tersebut? Harus dimengerti bahwa keberadaan Allah yang Mahahadir tersebut memberi konsekuensi kepada orang percaya. Orang percaya harus bersikap secara patut kepada Allah yang berkeadaan Mahahadir tersebut.
Kalau kita memercayai bahwa Allah Mahahadir, seharusnya kita memiliki hati yang takut akan Allah. Takut akan Allah ini tentu dibangun dari hati yang mengasihi Dia dengan tulus. Orang yang tidak takut akan Allah karena tidak mengasihi Dia, pasti tidak menghormati Allah dengan benar. Untuk ini, seseorang harus belajar mengenal siapa dan bagaimana Allah yang benar itu. Orang yang belum mengenal Allah dengan benar, sikapnya pasti tidak menghormati Dia secara patut. Orang yang tidak menghormati Allah secara patut, sama dengan tidak bersikap sebagaimana mestinya terhadap Allah dan tidak dapat hidup di hadirat Allah. Tidak mungkin orang yang tidak menghormati Allah secara patut bisa hidup di hadirat-Nya.
Kalau seseorang menghayati keberadaan Allah dengan benar dari pengenalannya yang benar, ia dapat menghayati betapa terhormatnya Allah itu. Banyak orang menghormati Allah hanya di gereja, yaitu satu sampai dua jam dalam liturgi kebaktian saja. Setelah keluar dari gereja, mereka tidak lagi menghormati Allah secara patut. Mereka bersikap seakan-akan Allah tidak ada. Gaya hidup mereka sama seperti anak-anak dunia yang tidak mengenal Allah dan tidak menghormati Dia. Orang-orang Kristen seperti ini, di luar kesadarannya berpikir bahwa Allah hanya hadir di dalam gereja. Ini berarti, pada waktu di gereja, sikap hormatnya kepada Allah pun dipaksakan, tidak tulus—artinya dibuat-buat—atau munafik. Orang munafik adalah orang yang memainkan peran atau bersandiwara. Mereka tidak mungkin bisa hidup di hadapan Allah atau di hadirat Allah. Allah tidak bergaul dengan orang yang munafik.
Sikap hormat kepada Allah seharusnya tidak dibuat-buat, tetapi mengalir secara natural dari hati yang takut akan Allah karena mengasihi Dia. Hal ini tidak cukup hanya ditunjukkan dengan kalimat doa atau sikap tubuh, tetapi dari sikap batin yang tersembunyi. Ekspresi sikap hormat tersebut ditunjukkan dalam perbuatan menjaga perasaan Allah setiap saat dan di mana pun, serta dalam segala hal yang dilakukan. Sejatinya, inilah yang dimaksud oleh Yesus dengan “menyembah Allah dalam roh dan kebenaran” (Yoh. 4:24). Menyembah dalam teks aslinya adalah proskuneo, yang artinya memberi nilai tinggi atau menghormati. Orang percaya yang menyembah Allah dalam roh dan kebenaran menghormati Allah sepanjang waktu hidup ini, di mana pun, dan dalam segala perkara. Ibadah seperti ini tidak menekankan pada seremonial atau liturgi, tetapi sikap hati yang permanen dalam menghormati Allah, dan ekspresinya dalam segala perbuatan.
Mudah untuk memberi kesan kepada orang lain bahwa dirinya menghormati Allah, tetapi tidak mudah untuk memiliki hormat kepada Allah dari sikap batin. Banyak orang merasa sudah menghormati Allah, padahal kenyataannya tidak. Terkait dengan hal ini, menjadi persoalan: Bagaimana kita bisa tahu bahwa seseorang sudah menghormati Allah atau tidak? Hal ini akan tampak dari kekudusan hidup orang tersebut. Orang yang menghormati Allah pasti memiliki kekudusan. Orang yang sudah mencapai tingkat mengenal Tuhan dengan baik akan mengerti apa artinya menghormati Tuhan, sebab ia merasakan dalam jiwanya suatu “kegentaran” akan Allah. Kegentaran ini akan makin kuat,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings