Truth Daily Enlightenment

Kebutuhan Akan Tuhan


Listen Later

Kalau kita membutuhkan seseorang, kita pasti membutuhkan sesuatu yang ada atau dimiliki orang tersebut. Kalau kita membutuhkan dokter, itu karena kita membutuhkan perawatan dan pengobatan; Kalau kita membutuhkan Tuhan, kira-kira kita membutuhkan apa dari-Nya? Kalau kita mencari Tuhan, sebenarnya kita butuh apanya? Kalau kita membutuhkan Tuhan karena kita membutuhkan segalanya dari Dia. Banyak orang membutuhkan Tuhan hanya karena mukjizat, berkat jasmani, dan itu sudah menjadi budaya di banyak gereja. Itu menyesatkan, karena dengan cara berpikir dan bersikap itu, seseorang tidak memperlakukan Tuhan secara pantas. Mestinya, kalau kita berurusan dengan Tuhan, kita membutuhkan Tuhan karena Tuhan sendiri yang kita butuhkan. I need You, Lord, You, Yourself; aku membutuhkan-Mu, Tuhan, diri-Mu sendiri yang kubutuhkan. Karena memang kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan. Dialah kehidupan kita.
Kehidupan di luar persekutuan dengan Allah, bukanlah kehidupan. Itulah sebabnya di Ibrani 12:10, firman Tuhan mengatakan: “Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.” Mestinya kita membutuhkan Tuhan karena Tuhan sendiri. “Aku mau bersekutu dengan Engkau, Tuhan.” Dan itulah kehidupan kita. Di luar itu, tidak ada kehidupan. Faktanya, kita melihat begitu banyak orang yang bersekutu dengan dunia, yang diwakili oleh mobil, rumah, uang, hiburan-hiburan, angkat, gelar, kedudukan, dan lain sebagainya. Mestinya segala sesuatu yang kita miliki harus digunakan sebagai sarana bersahabat dengan Allah. Dalam hal ini firman Allah mengatakan “ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mamon yang tidak jujur.” Mamon yang tidak jujur itu artinya harta kekayaan. Ikatlah persahabatan “dengan mempergunakan,” bukan ikatlah persahabatan “dengan mamon.” Persahabatan haruslah dengan Tuhan, dengan “menggunakan” mamon sebagai sarananya.
Banyak orang yang bersahabat dengan dunia ini, akhirnya menjadi mempelai dunia. Kita membutuhkan Allah karena Allah sendiri kehidupan kita. Entah kita sakit atau sehat, miskin atau kaya, berpendidikan atau tidak, terhormat atau terhina di mata manusia, tidak masalah. Yang penting, kita memiliki presekutuan dengan Allah. Jadi, kalau kita membutuhkan Tuhan, yang utama karena kita membutuhkan Firman dan nasihat-Nya. “Firman” di situ seperti Matius 4:4, “manusia bukan hanya hidup dari roti, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah,” artinya perkataan Allah.
Kalau bicara mengenai “perkataan Allah,” yang keluar dari hati-Nya pasti terkait dengan kehidupan kita setiap hari dalam konteks pengalaman dan pergumulan hidup yang kita alami. Sebenarnya yang kita butuhkan ialah nasihat-nasihat-Nya yang mengubah karakter. Pembentukan watak atau karakter kita bertujuan agar kita memiliki kekudusan atau kesucian yang bisa membuat kita mengimbangi Allah, artinya bisa membuat kita bersekutu dengan Dia. Firman Tuhan mengatakan, “kuduslah kamu sebab Aku kudus.” Jadi, tidak bisa tidak, kita harus memiliki kekudusan seperti Allah agar bisa bersekutu dengan Dia. (Ibr. 12:10)
Betapa sedihnya, hari ini orang ke gereja hanya karena mau seremonial, yang namanya “liturgi.” Apalagi kalau pemberitaan Firman-Nya tidak jelas, bukan tertuang dari hati Tuhan. Tidak sedikit yang tidak menangkap Firman, karena Firmannya tidak jelas, yang mendengar juga mengantuk dan tidak konsentrasi. Sehingga, ke gereja hanya sebuah legalitas sebagai orang Kristen, yang tidak memiliki jiwa atau nafas Kristen yang sejati. Ada lagi yang ke gereja karena mau berkat-berkat jasmani. Hal ini menyesatkan sebab fokus jemaat tidak tertuju kepada Tuhan secara pribadi melainkan pemenuhan kebutuhan jasmani.
Tetapi harus diingat, bahwa Tuhan tidak bisa memercayakan berkat jasmani kepada kita kalau akhirnya berkat itu membuat kita membelakangi Allah, atau membuat kita jadi rusak, menjadi sombong, menjadi tidak rohani.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings