Truth Daily Enlightenment

KEHAUSAN AKAN ALLAH


Listen Later


Orang percaya harus memindahkan fokus hidup. Ini adalah suatu kemutlakan. Memindahkan fokus hidup dimulai dari kesadaran bahwa dunia ini bukan rumah orang percaya. Oleh sebab itu, segala sesuatu yang orang percaya lakukan adalah persiapan untuk memasuki langit baru bumi baru sebagai anggota keluarga Kerajaan. Kalau seorang pelayan jemaat belum memindahkan fokus hidup, bagaimana dengan jemaat yang mendengar khotbahnya atau menerima pelayanannya? Dalam Matius 7:21-23, dikemukakan mengenai orang-orang yang sudah bernubuat, mengusir roh-roh jahat, dan mengadakan banyak mukjizat tetapi tidak diperkenan masuk surga (Mat. 7:21-23). Hal ini menunjukkan bahwa karunia tidaklah menentukan apakah seseorang berkenan kepada Tuhan atau tidak.
Bagi mereka yang sudah bernubuat, mengusir roh-roh jahat, dan mengadakan banyak mukjizat dalam pelayanan, hendaknya tidak merasa sudah pasti masuk surga. Tuhan membiarkan seseorang mengambil bagian dalam kegiatan pelayanan gereja, bahkan mendemonstrasikan karunia-karunia roh yang luar biasa, tetapi ditolak oleh Allah jika tidak melakukan kehendak Bapa. Tentu saja orang-orang seperti ini belum memiliki fokus hidup dengan benar. Sebenarnya, mereka belum mengenal dirinya sendiri dengan benar. Mereka tidak menyadari bahwa pada akhirnya mereka ditolak oleh Allah. Kalau mereka menyadari keadaan mereka yang sesungguhnya, terbuka kemungkinan untuk membenahi diri sebelum meninggal dunia.
Sesungguhnya, tujuan hidup kita adalah Tuhan dan Kerajaan-Nya. Menjadikan Tuhan tujuan hidup berarti harus meninggalkan dunia ini. Untuk itu, orang percaya harus selalu menghayati bahwa dunia ini bukan rumah kita. Suatu hari nanti, kita akan menetap di langit baru dan bumi yang baru; kehidupan yang ideal yang Allah sediakan bagi anak-anak-Nya. Kalau seseorang menolak hal ini, berarti seperti orang-orang pada zaman Nuh yang menolak masuk bahtera. Ini sebuah sikap yang menentang Allah dan tidak menghormati Dia. Orang-orang seperti ini pasti akan binasa. Kalau zaman sekarang, ini adalah orang-orang tenggelam dengan kenikmatan dunia dan menolak meninggalkan dunia. Orang-orang Kristen seperti ini adalah mereka yang merasa betah hidup di bumi ini dan menikmati dunia sama seperti anak-anak dunia menikmati dunia. Ini adalah orang-orang Kristen yang tidak selamat.
Kuasa kegelapan menggerakkan banyak orang untuk mengingini dan mencari dunia dengan segala kesenangan dan hiburannya. Hal itu mereka anggap sebagai hal yang wajar, sebab hampir semua orang melakukan hal tersebut. Mereka sedang disesatkan oleh kuasa dunia ini, sehingga digiring menuju api kekal. Dengan cara hidup tersebut, mereka menyembah Iblis dan hidup dalam persekutuan dengan Iblis (Luk. 4:5-8). Iblis memakai keindahan dunia untuk menjerat manusia, di dalamnya termasuk banyak orang Kristen. Banyak orang Kristen yang sudah rajin ke gereja, menjadi aktivis, bahkan menjadi pendeta, terjerat oleh gaya hidup anak dunia tersebut. Pada dasarnya, mereka sama seperti orang yang sesat. Dalam hal ini, kesesatan bukan hanya mengenai orang yang salah memahami doktrin, melainkan ketika seorang Kristen tidak meninggalkan dunia, itu pun berarti ia sesat.
Kalau orang percaya mulai berusaha untuk mengenal Allah, maka kehausan akan Allah bertambah-tambah dalam hidupnya. Kehausan akan Allah ini sama dengan apa yang dikatakan oleh Yesus sebagai haus dan lapar akan kebenaran (Mat. 5:6). Kehausan ini seperti seorang yang sedang jatuh cinta kepada suatu objek. Kehausan ini dinyatakan oleh pemazmur dengan kalimat “yang kuingini Engkau saja” (Mzm. 73:25-26). Sampai taraf kehausan seperti ini barulah seesorang bisa menjadi kekasih Tuhan. Inilah yang dimaksud Alkitab sebagai mempelai Tuhan Yesus. Allah Bapa akan membuat mereka mengerti kebenaran dan pasti menemukan Tuhan sebagaimana mestinya (Yes. 45:19; 55:6). Hal ini akan membuat seseorang tidak lagi mengingini dunia dengan segala kesenangan dan hiburannya. Dengan demikian,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings