Hendaknya setiap keluarga Muslim belajar dari Keluarga Imran. Menjadikan nafas Islam sebagai satu-satunya visi misi dalam mendidik buah hati. Bahkan, semenjak masih dalam kandungan, istri Imran telah menadzarkan keturunannya itu untuk berkhidmat di Baitul Maqdis. Meski bayi perempuan yang akhirnya terlahir ke dunia, namun ia tumbuh menjadi wanita shalihah yang suci dan terjaga. Dialah, Ibunda Maryam yang dari rahimnya terlahir salah satu Kekasih Allah, Isa bin Maryam.
Maka, jika hari ini kita melihat tanah Palestina berlumuran darah dan air mata. Tidakkah kita tergerak untuk meminta agar dikaruniakan anak keturunan yang juga siap menjadi pelayan bagi agama? Tidakkah hati kita meronta, inginkan mereka kelak menjadi salah satu pembebas Masjidil Aqsha tercinta?
Kami penuhi seruanmu, Palestina.
Al Quds milik kita.
Birruh, biddam, nafdika Yaa Aqsha ❣