Perpisahan yang hakiki antara dua orang terjadi ketika nanti salah satunya masuk surga dan yang lainnya masuk ke neraka dan kekal di dalamnya.
Perpisahan yang hakiki juga terjadi jika dua orang ketika hidup di dunia telah ‘sepakat’ dan bekerja sama untuk menjadi penduduk neraka. Kerukunan, kebersamaan dan rasa saling mencintai di dunia akan sirna ketika mereka dimasukkan bersama-sama ke dalam neraka. Mereka akan saling menuntut dan menyalahkan mengapa temannya dulu tidak mengajak ke jalan ketakwaan. Allah berfirman:
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az Zukhruf: 67).
Sebaliknya, bagi orang-orang yang beriman, kematian tidaklah bisa memisahkan mereka dengan orang yang dicintainya karena kelak mereka akan dikumpulkan dalam kehidupan yang lebih baik, dalam keabadian. Perpisahan karena salah satu di dunia dan lainnya di alam kubur bukanlah perpisahan yang lama sehingga ‘tidak layak’ disebut perpisahan. Hidup di dunia hanyalah sebentar saja jika dibandingkan dengan kehidupan kelak, dimana mereka akan dikumpulkan dalam naungan rahmat Allah Ta’ala.