Ketika Yesus akan memasuki sebuah kampung, maka datanglah 10 orang kusta yang telah diasingkan di luar kampung. Mereka telah mendengar berita tentang perbuatan Yesus yang menyembuhkan banyak orang, dan ketika mereka melihat Yesus, maka berteriaklah mereka secara serentak, "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Dari kejauhan 10 orang kusta tersebut memohon kesembuhan dari Yesus. Melihat harapan di mata ke-10 orang tersebut, maka jatuhlah belas kasihan di hati Yesus dan berkata, "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Ke-10 orang kusta itu tidak dapat berkomentar apa-apa lagi, karena Yesus telah memerintahkan mereka untuk memperlihatkan diri kepada para imam, Padahal mereka belum menceritakan penderitaan yang mereka alami. Dan dalam benak mereka berkecamuk pertanyaan, "Mengapa Yesus menyuruh kami memperlihatkan diri kepada imam, sedangkan Ia mengetahui bahwa para imam pasti akan menolak untuk bertemu dengan kami, karena kami dianggap najis." Tetapi Karena diperintah Yesus, mau tidak mau mereka berjalan menuju kampung untuk menunjukkan diri kepada para imam, belum lagi mereka berjalan jauh, tiba-tiba seluruh kulit mereka yang tadinya memutih kini berubah menjadi normal. Tidak terlihat tanda-tanda bahwa mereka pernah menderita kusta. Ke-10 orang yang telah lahir itu begitu bersukacita, mereka berlari-lari menuju kampung, supaya mendapat pernyataan dari imam bahwa mereka telah sembuh dan diperbolehkan hidup sebagai orang normal. Salah seorang dari ke-10 orang yang telah tahir itu berhenti, kemudian berbalik dan mengejar Yesus. Dia tersungkur di kaki Tuhan Yesus itu dan berkata, "Aku adalah seorang Samaria yang najis, tetapi engkau, Tuhan telah menyembuhkanku. Aku mengucap syukur karena menemukan Allah yang hidup." Dengan wajah yang penuh pertanyaan Yesus berkata, "Bukankah ada 10 orang yang menjadi tahir, mengapa hanya engkau sendiri yang kembali? Di manakah yang 9 orang lainnya? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari engkau wahai orang asing?" Kemudian Yesus berkata kepada orang Samaria itu, "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Di saat mengalami kesukaran kita berseru-seru kepada Tuhan, meminta pertolongannya dengan penuh belas kasihan. Tuhan mengulurkan tangannya dan menolong kita. Tetapi setelah menikmati segala berkat yang melimpah, seringkali kita lupa diri dan berlaku tidak setia kepadanya, seperti kesembilan orang kusta yang tidak tahu berterima kasih itu. Jika kita menyadari bahwa kita adalah orang yang sudah ditahirkan dari segala dosa dan menerima kebaikan Tuhan yang melimpah, maka sudah selayaknyalah kita mengucap syukur dan tersungkur di bawah kaki-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
Tuhan Yesus, kepicikan telah membuat aku lupa bahwa Engkau adalah Tuhan yang mendatangkan segala kebaikan dalam hidupku. Ampunilah aku ya Tuhan karena tidak tahu bersyukur dan tidak berlaku setia di hadapan-Mu. Amin. (Dod).