Tanpa uang kita tidak bisa melakukan apa-apa karena seluruh aspek kehidupan kita tidak ada yang tidak bersentuhan dengan yang namanya uang. Perihal ini Tuhan tidak mengharamkan umat-Nya untuk memiliki uang. Yang tidak disetujui Tuhan adalah ketika kita tunduk kepada uang dan mencintainya lebih dari apapun. Cinta uang tidak timbul begitu saja tanpa sebuah alasan. Sikap yang salah terhadap penggunaan uang juga sering dilakukan, sehingga akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Oleh karena itu sangat penting untuk sedini mungkin mengajarkan kepada anak agar tidak cinta uang. Mulailah dengan doa yang benar. Mengapa disebut doa yang benar? Karena ada doa yang tidak benar, yakni doa yang isinya hanya untuk memuaskan hasrat atau keinginan daging semata. Seringkali sebagai orang tua, kita hanya mendoakan hal-hal yang duniawi bagi anak kita, seperti agar mereka sukses, pandai, kaya dan hal lainnya yang orientasinya kepada dunia. Padahal dengan doa yang demikian, sebenarnya kita sedang menggiring anak kita ke dalam jerat dunia. Oleh karena itu tambahkan semua doa itu dengan segala yang baik, yang benar dan berkenan di hadapan Tuhan. Doakanlah agar anak kita bertumbuh dalam pengenalan yang benar terhadap Tuhan, doakan agar mereka diberi hati yang bijaksana untuk menimbang segala perkara, sehingga ketika Tuhan memercayakan uang kepada mereka, mereka bisa menggunakannya dengan baik. Doakan juga agar mereka dapat menikmati berkat Tuhan dengan ucapan syukur. Jangan khawatir dengan masa depan mereka, karena mereka milik Tuhan. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik asal mereka dekat dengan-Nya. Praktikkan gaya hidup cinta Tuhan bukan cinta uang. Pertama, dengan tidak bergaya hidup mewah. Gunakanlah uang untuk memenuhi kebutuhan daripada keinginan. Karena cara kita menggunakan uang dalam berbelanja akan berdampak terhadap gaya hidup anak kita kelak. Kedua, gunakan uang untuk mendukung pekerjaan Tuhan, yakni dengan setia dalam memberi persembahan. Ketiga, gunakan uang untuk membantu sesama yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan kepada anak bahwa uang yang dimiliki hanyalah titipan Tuhan, bukan hanya untuk memberkati mereka, tetapi juga memberkati sesama yang membutuhkan. Keempat, tidak mengecilkan minat, cita-cita atau keputusan yang diambil oleh anak, walaupun oleh dunia dinilai kurang menghasilkan dalam uang seperti dengan kata-kata berikut ini, "Mau makan apa kamu dari situ?" "Percuma Papa kuliahkan kamu kalau akhirnya kamu memilih pekerjaan itu," dan sebagainya.
Tuhan Yesus, tuntunlah aku dengan hikmat-Mu agar aku bisa menjadi teladan yang baik bagi anakku, yakni tidak cinta uang. Amin. (Dod).