"TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku. Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu." (Mazmur 116:6-7)
Ada suami istri atheis yang memiliki seorang anak perempuan. Pasangan ini tidak pernah menceritakan apapun yang berhubungan dengan Tuhan kepada anak perempuannya itu. Ketika anak perempuan itu berusia lima tahun, kedua orang tuanya berselisih paham dan akibatnya sang ayah menembak sang ibu di hadapan anak itu. Setelah itu sang ayah menembak dirinya sendiri. Anak perempuan itu menyaksikan peristiwa yang seharusnya tidak dilihatnya. Pemerintah memutuskan untuk mengirim anak itu ke panti asuhan Kristen. Di sana ia diasuh oleh para pembina dengan kasih dan mulai diajarkan tentang Yesus. Pada suatu ketika anak tersebut diajak untuk ikut sekolah minggu. Sambil memegang gambar Yesus, guru sekolah minggu berkata, "Adik-adik, apakah kalian tahu gambar siapa ini?" Anak perempuan itu tiba-tiba berdiri dan menjawab, "Saya tahu! Itu adalah gambar pria yang memegangi dan melindungi saya pada malam saat papa dan mama meninggal."
Bentuk perlindungan dan pemeliharaan Tuhan tidak pernah dapat kita duga. Tuhan memelihara setiap orang dengan cara yang unik. Perlindungan dan pemeliharaan Tuhan yang unik itu dapat kita lihat melalui kehidupan Daud. Ketika Daud kekurangan makanan, Tuhan menggerakkan hati imam di Nob untuk memberikan roti kudus kepadanya. Di lain waktu, ketika pegawai raja Gad hendak menangkapnya, Tuhan memberi hikmat untuk berpura-pura menjadi orang yang lupa ingatan. Daud selalu terlepas dari marabahaya yang mengancamnya, karena ia selalu berseru, "Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kau kasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu." (Mazmur 86:2)
Ketika berhadapan dengan situasi yang mengancam ketenangan dan keselamatan kita, biasanya kita langsung diserang kepanikan. Apapun persoalan yang saat ini kita hadapi, tetaplah tenang dan datanglah kepada Yesus. Mungkin saat ini kita khawatir dengan pekerjaan yang belum kita dapatkan, umur yang semakin tua, jodoh yang belum didapat, biaya sekolah atau kuliah yang tersendat-sendat, anak yang membangkang, teman sekantor yang mencoba menjatuhkan kita dan sebagainya. Tuhan berjanji untuk memelihara kita dalam keadaan yang terburuk sekalipun. Kalau anak perempuan atheis itu saja dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan, apalagi kita orang yang berharap kepada-Nya. Saat rasa khawatir dan gentar menyerang hidup kita, ingatlah firman ini, "TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.
Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu." (Mazmur 116:6). Tuhan Yesus memberkati.
Tuhan Yesus, Engkaulah perlindungan yang teguh bagiku dan yang selalu memelihara hidupku. Terpujilah nama-Mu kini dan selama-lamanya. Amin. (Dod).