
Sign up to save your podcasts
Or


Kali ini gue ngobrol bareng Mutia, yang udah cukup makan asam garam di dunia dating apps. Dari ketemu cowo-cowo red flag, sampai mau diajakin nikah 🤡
Mount Fuji taught me a few things. Nggak semua hal harus dikejar dengan buru-buru. Kadang gue cuma perlu pelan sedikit, ambil napas, dan fokus sama langkah gue sendiri. Nggak harus selalu jadi yang paling cepat. Nggak harus ngikutin pace orang lain. Yang penting, keep moving 💪🏻
Setelah lebih dari 1 tahun hiatus, akhirnya gue balik lagi ke podcast! Dan di episode kali ini, gue bakal cerita soal life update selama setahun terakhir dan gue bakal spill upcoming project buat 2026. Hahhaa penasaran kann 👀
Yes, I finally made it! Dari yang awalnya ragu, sekarang beneran jadi spinning trainer 😆
Anddd… this episode juga jadi penutup season ketiga Kenny & Friends. I’ll be taking a short break (2 bulan aja kok!) buat recharge, reset, and get ready for what’s next 😎
Sampai ketemu di next podcast, with more stories, more fun and of course… more laughs 😁
Kadang kita suka lupa, kalau hidup tuh nggak harus lurus-lurus aja.
Tie pernah kerja kantoran 9 to 5, tapi sekarang dia hidup dari hal-hal yang bikin dia seneng: makan, jalan-jalan, dan berbagi cerita lewat kontennya.
Di episode ini, gue ngobrol sama dia soal momen switch career, proses kreatif di balik konten yang dia bikin, sampai kegagalan-kegagalan yang pernah dia alami di dunia bisnis
Ga nyangka obrolannya bakal seserius ini. Kalo ngikutin IG @cindercella pasti tau dia orang yang kaya gimana! Menghibur and full of surprises ✨
Di episode kali ini, Cindercella ngobrol jujur soal pressure dari beauty standard, gimana dia berjuang sama body image dan eating disorder, sampai akhirnya bisa berdamai sama tubuhnya sendiri.
Karena nyatanya… kita nggak harus secantik orang lain kok, kalau kita bisa jadi versi terbaik dari diri sendiri 💛
Jujur ya, ngobrol sama Windy tuh bikin mikir… ternyata jadi “utuh” itu nggak selalu soal punya semuanya. Tapi soal tau siapa lo, tau apa yang lo mau, dan berani buat nggak kompromi sama hal-hal yang nggak sejalan, termasuk dalam urusan cinta.
Bareng Windy (@foodirectory)kita ngobrolin soal hidup apa adanya bukan ada apanya, love selectively, dan belajar jadi versi paling jujur dari diri lo sendiri.
Kali ini gue ngobrol sama salah satu temen gue, Felix Tanjaya, yang sekarang nerusin bisnis keluarganya di bidang reflexology, namanya Kakiku.
Dia cerita mulai dari kisah hidupnya di China, ngerasa malu punya usaha pijat, sampe pressure jadi penerus bisnis keluarga. Semua dibahas jujur dan relate banget buat lo yang lagi mikir "Gue harus lanjutin bisnis bokap nyokap gak ya?"
Dengerin sekarang buat dapet insight baru soal gimana rasanya nerusin legacy… tapi tetep bisa jadi diri sendiri
EO ini adalah yang pertama hire gue jadi MC! Kalo ga ada mereka mungkin gue ga bakal kaya sekarang. Groovy EO adalah tempat gue belajar dan latihan banyak hal. Always grateful for them :)
Di balik acara yang megah dan meriah, ada cerita tentang pressure, loss, dan cara buat bertahan. Bareng @perpiryan, CEO of Groovy EO, kita ngobrolin realita industri EO yang nggak selalu se-“groovy” kelihatannya. Dan ternyata jadi CEO itu bukan cuma soal bikin keputusan besar, tapi juga belajar buat nggak nyerah sama keadaan 💪🏻
From the publisher's feed