Truth Daily Enlightenment

Kepantasan


Listen Later

Dalam Ibrani 12:1-10, firman Allah menunjukkan bahwa setiap orang percaya harus mengikuti perlombaan yang diwajibkan. Perlombaan yang diwajibkan adalah memiliki iman yang sempurna seperti Yesus. Agar perlombaan iman tersebut dapat berlangsung dengan baik, orang percaya harus menanggalkan beban dan dosa. “Beban” artinya keterikatan dengan dunia, dan “dosa” artinya keterikatan dengan kodrat hawa nafsu dosa di dalam daging kita. Firman Tuhan mengatakan bahwa tidak ada anak yang tidak menerima didikan dari Bapa di surga. Dengan demikian, secara tidak langsung ketika Yesus mengajar kita memanggil Allah sebagai Bapa, maka kita dipanggil untuk menerima didikan sebagai anak.
Tidak banyak orang yang menyadari bahwa di balik panggilan “Bapa” untuk Allah dalam Doa Bapa Kami, Yesus menuntun kita untuk masuk dalam proses pendidikan, sebab kita merupakan anak dari Bapa segala roh. Inilah pendidikan yang sangat mahal yang tidak akan pernah dapat dibeli oleh manusia atau dibayarkan oleh manusia, kecuali oleh pengurbanan Yesus di kayu salib. Kalau orang percaya menghargai pengurbanan Yesus yang begitu mahal di kayu salib, ia bersedia menerima didikan dari Allah seberat apa pun pendidikan itu dirasakan. Harus diingat, bahwa pendidikan yang Allah Bapa berikan menghasilkan atau membuahkan berkat abadi.
Dalam hal di atas, tidak ada orang Kristen yang boleh menghindarkan dirinya dari didikan Allah. Kalau seseorang menolak didikan dari Allah, berarti ia menolak menjadi anak Allah. Orang seperti ini tidak layak atau tidak pantas memanggil Allah sebagai Bapa. Dengan demikian, sesungguhnya untuk bisa mengucapkan kalimat Doa Bapa Kami bukan sesuatu yang mudah atau murahan. Seseorang harus memberi diri menerima didikan dari Allah Bapa untuk dapat memiliki iman yang sempurna atau ketaatan seperti Yesus, barulah dapat mengucapkan kalimat Doa Bapa Kami dengan benar. Pada waktu seorang Kristen yang belum dewasa mengucapkan kalimat Doa Bapa Kami dengan kualitas hidup yang rendah—artinya tidak hidup di dalam ketaatan yang benar kepada Allah—Allah bisa menolerirnya. Tetapi, kalau mestinya sudah memiliki rohani yang dewasa, diukur dengan usia rohani atau jangka waktu menjadi Kristen, maka orang Kristen tersebut tidak boleh mengucapkan kalimat Doa Bapa Kami dengan kehidupan yang tidak taat kepada Allah Bapa.
Iman yang sempurna yang dimaksud di dalam Ibrani 12:2-3 adalah ketaatan kepada Bapa seperti ketaatan Yesus. Kalau dikatakan sebagai “perlombaan yang wajib,” berarti setiap orang percaya dituntut untuk memiliki ketaatan kepada Bapa seperti ketaatan Yesus sebagai Tuhan. Dalam hal ini, kita menemukan kasih karunia yang begitu besar, yang termuat di dalam Doa Bapa Kami. Iman yang sempurna, yaitu ketaatan seperti Yesus, adalah inti dari keselamatan yang Allah berikan kepada kita. Dengan memiliki iman yang sempurna sehingga bisa taat kepada Bapa seperti Yesus, barulah seseorang dapat dikatakan sah sebagai anak Allah. Kehidupan orang percaya seperti ini adalah kehidupan orang percaya yang mengambil bagian dalam kekudusan Allah.
Mengikuti perlombaan memang bukan sesuatu yang mudah. Itulah sebabnya, Yesus berkata bahwa banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang terpilih (Mat. 22:14). Ini adalah perjuangan seperti masuk jalan sempit, dimana banyak orang yang berusaha masuk, tetapi tidak bisa (Luk. 13:23-24). Itulah sebabnya, dalam Kitab Ibrani 12:3-5 dinasihatkan agar kita tidak putus asa dalam pergumulan kita, sebab dalam pergumulan melawan dosa, kita belum sampai mencucurkan darah. Hal ini menunjukkan bahwa pergumulan untuk mencapai kehidupan iman yang sempurna seperti yang dicapai oleh Yesus haruslah mempertaruhkan segenap hidup tanpa batas. Dengan demikian, pada dasarnya mengucapkan Doa Bapa Kami bukan sesuatu yang mudah atau bukan sesuatu yang murahan.
Kita harus optimis dan percaya dengan sungguh-sungguh bahwa memiliki iman yang sempurna atau ketaatan kepada Bapa seperti yang dicapai oleh Yesus, bisa juga kita miliki.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings