Truth Daily Enlightenment

KESELAMATAN SECARA INDIVIDU


Listen Later

Bangsa Israel dipilih Allah menjadi umat pilihan, bukan berdasarkan kebaikan atau jasa, melainkan berdasarkan pemilihan atas kedaulatan Allah. Berkenaan dengan hal ini, kita harus teliti memerhatikan bahwa hal tersebut tidak bertalian dengan pemilihan individu sebagai yang pasti ditentukan untuk selamat masuk surga. Hal ini sama dengan tidak semua orang Israel yang keluar dari Mesir pasti masuk tanah Kanaan, demikian pula tidak semua orang Kristen masuk surga. Menjadi orang Kristen atau umat pilihan adalah pilihan Allah berdasarkan kedaulatan-Nya, artinya Allah yang menentukan. Adapun apakah orang Kristen tersebut masuk surga atau tidak, tergantung responsnya terhadap keselamatan atau anugerah yang Allah sediakan.
Pemilihan bangsa Israel adalah pemilihan tanpa syarat (unconditional election), tetapi keselamatan abadi secara individu masing-masing orang—yaitu dikembalikannya manusia ke rancangan Allah semula—bukanlah tanpa syarat. Sangatlah keliru, kalau pemilihan, penetapan, dan penunjukan bangsa Israel sebagai umat pilihan yang berdasarkan keputusan kedaulatan Allah, diparalelkan, disejajarkan, atau disamakan dengan pemilihan individu manusia perorangan pada zaman Perjanjian Baru untuk selamat masuk surga. Kasih karunia dalam Perjanjian Baru berorientasi pada keselamatan, yaitu usaha Allah mengembalikan manusia kepada rancangan semula-Nya. Fokus hidup orang percaya adalah menjadi sempurna seperti Bapa dan mengarahkan diri pada langit baru dan bumi yang baru; “Kanaan Surgawi,” bukan kehidupan di bumi ini. Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk tidak mempersoalkan roti dunia yang akan binasa, tetapi roti kehidupan. Adapun bangsa Israel masih memiliki orientasi berpikir pada berkat jasmani atau pemenuhan kebutuhan fisik, yaitu susu dan madu dari Kanaan di bumi ini. Itulah sebabnya, mereka tidak mengerti keselamatan dalam Yesus yang mengembalikan manusia ke rancangan semula Allah.
Kita tidak boleh menghubungkan “kasih karunia” dengan hal-hal yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jasmani, seperti misalnya mendapat pekerjaan, mendapat jodoh, mendapat keberuntungan dalam bisnis, dan lain sebagainya, yaitu hal-hal yang tidak bertalian dengan keselamatan. Jika hal ini terjadi, kita tidak dapat merespons kasih karunia yang Allah sediakan dengan benar. Harus ditegaskan bahwa proses keselamatan tidak menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan jasmani, melainkan pembentukan karakter untuk menjadi serupa dengan Yesus (Rm. 14:17). Oleh sebab itu, pelayanan gereja yang menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan jasmani akan sangat menyesatkan dan pasti menghambat usaha Allah mengembalikan umat pilihan pada rancangan-Nya yang semula (Mat. 6:24; 1Tim. 6:6-10).
Keselamatan secara individu bersyarat, yaitu harus percaya atau memiliki iman. “Percaya” atau “iman” di sini bukan hanya aktivitas nalar atau persetujuan pikiran, yaitu pengaminan akali dalam bentuk pengakuan terhadap status Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, melainkan tindakan penurutan terhadap kehendak Allah seperti yang dilakukan oleh Abraham. Percaya kepada Tuhan Yesus berarti memiliki kesediaan untuk tunduk pada kedaulatan Allah secara mutlak. Tunduk kepada kedaulatan Allah berarti mengikuti jejak hidup Yesus, yaitu mengenakan cara hidup-Nya ketika Ia mengenakan tubuh daging seperti kita, di bumi, dua ribu tahun yang lalu di Palestina. Dalam kasih karunia yang Allah berikan, terdapat fasilitas keselamatan, yaitu penebusan, Roh Kudus, Injil, dan penggarapan Allah melalui segala peristiwa. Inilah fasilitas keselamatan yang harus dimanfaatkan agar dapat memiliki kasih karunia dari Allah yang memuat keselamatan. Jika fasilitas keselamatan tersebut tidak direspons dengan baik atau tidak digunakan secara maksimal, berarti menyia-nyiakan keselamatan, yang sama artinya menolak keselamatan (Ibr. 2:3).
Itulah sebabnya, penulis surat Ibrani mengingatkan agar kita tidak menyia-nyiakan keselamatan yang besar (Ibr. 2:3).
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings