Haruskah aku diam berfikir sejenak memenuhi segala isi kepalaku dengan memikirkan apakah aku percaya dengan kesempatan kedua. Atau dengan spontan aku menjawab tidak lalu kembali diam kemudian memikirkan apakah perlu, apakah benar aku mengucapkannya. Atau mungkin kalian kembali bertanya mengapa tidak dengan kesempatan kedua? Apa alasannya? Hingga pada akhirnya semua bermula, menjadikanku memilih tidak berteman lagi dengan kesempatan kedua.