Truth Daily Enlightenment

Kesempurnaan


Listen Later

Yesus yang lain” mengisyaratkan bahwa kesempurnaan tidak bisa terwujud di bumi, kesempurnaan hanya terwujud di surga.Namun, Yesus jelas mengatakan bahwa orang percaya harus sempurna seperti Bapa (Mat. 5:48), sejak di bumi. Hanya Allah yang memiliki kesempurnaan mutlak dalam arti tidak terbatas, tidak terhingga, tidak pernah, dan tidak akan pernah bercacat, dan tidak bercela sama sekali, tidak pernah dan tidak akan pernah tidak lengkap, selalu utuh dan segala sesuatunya teratur. Sempurna seperti Bapa artinya dalam segala yang dilakukan selalu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Kesempurnaan yang dimaksud di sini adalah kesempurnaan manusia. Hal ini kita bahas sebab Alkitab berbicara mengenai hal tersebut (Mat. 5:48; 19:21; Yoh. 17:23; Rm. 12:2; 2Kor. 10:6; 13:9, 10; Flp. 3:12, 15; Kol. 1:9, 28; 1Tes. 5:23; Ibr. 11:40; 12:2, 23; Yak. 1:4; 2:22; 3:2; 1Yoh. 4:18; dan lain-lain).
Banyak orang Kristen yang tidak berusaha untuk menjadi sempurna. Mereka merasa sudah puas dengan hidup kekristenan yang mereka jalani, tanpa ada geliat yang jelas dan kuat untuk bertumbuh menjadi sempurna. Mengapa demikian? Mereka memiliki argumentasi sebagai alasan untuk membela diri atas keadaan mereka dan menjadi dasar hidup kekristenan mereka. Biasanya, argumentasi yang menjadi alasan mengapa mereka tidak berusaha untuk sempurna, juga karena pikiran mereka telah tertawan oleh konsep bahwa tidak ada manusia yang sempurna, dan ditambahkan lagi bahwa manusia adalah makhluk yang penuh kekurangan dan kelemahan di hadapan Tuhan. Dengan pemikiran tersebut, mereka ber-mental block, artinya sudah merasa tidak akan pernah mencapai kesempurnaan tersebut.
Firman Tuhan jelas sekali menunjukkan bahwa kita harus mencapai kesempurnaan. Sikap skeptis adalah sikap tidak memercayai pribadi Allah. Kesempurnaan masing-masing individu berbeda.Sikap skeptis menunjukkan ketidakpahaman seseorang mengenai kesempurnaan orang percaya di dalam Tuhan. Orang-orang tersebut pasti tidak pernah menggumulinya dengan benar. Sikap curiga dan skeptis ini akhirnya berujung pada penolakan. Penolakan terhadap panggilan untuk sempurna sama dengan penolakan untuk mengerjakan keselamatan. Dengan kasih karunia tersebut, Tuhan Yesus bisa mengatakan bahwa kita harus sempurna seperti Bapa.Di dalamnya, Tuhan memberi kemampuan kepada kita untuk dapat melakukannya. Tidak mungkin Tuhan memerintahkan kita untuk melakukan apa yang tidak dapat kita lakukan.
Kesempurnaan dalam Matius 5:48 menunjuk pada kualitas moral seperti yang dimiliki oleh Allah Bapa. Allah berfirman agar umat pilihan menjadi kudus seperti Dia kudus (1Ptr. 1:16). Hal ini sama dengan mengambil bagian dalam kekudusan Allah (Ibr. 12:10) dan sama dengan mengenakan kodrat ilahi (2Ptr. 1:3-4). Ini bukan berarti orang percaya dapat menyamai kesucian dan keagungan moral Allah, melainkan orang percaya bisa memiliki kesucian dan keagungan moral yang memenuhi standar yang dikehendaki oleh Allah, sehingga orang percaya dapat hidup dalam persekutuan dengan Dia. Hidup dalam persekutuan dengan Allah ditandai dengan kehidupan yang dalam seluruh tindakan baik yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan selalu sesuai dengan kehendak Allah. Kualitas moral seperti itu menandai bahwa seseorang berstatus sah sebagai anak Allah.
Kalau Paulus menyaksikan bahwa “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya,” (Flp. 3:12) itu menunjukkan adanya fakta kesempurnaan dan bahwa kesempurnaan adalah proyeksi hidupnya dan ia sedang menggumulinya. Itulah sebabnya di bagian lain dalam Alkitab ia mengemukakan bahwa ia berusaha untuk berkenan kepada Allah. Berkenan kepada Allah adalah kata lain dari kesempurnaan. Dalam suratnya, Paulus juga menasihati orang percaya untuk mengerti kehendak Allah: yaitu apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna.
Berbicara mengenai kesempurnaan, hendaknya kita tidak bersikap curiga, skeptis, dan menolaknya. Kecurigaan bisa timbul disebabkan oleh kesalahp...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings