Truth Daily Enlightenment

Kesucian Allah


Listen Later

Seperti yang dikemukakan pada pembahasan sebelumnya, bahwa panggilan “Bapa” untuk Allah yang diajarkan oleh Yesus dalam Doa Bapa Kami mengarahkan kita pada kehidupan sebagai anak-anak Allah. Secara tidak langsung, kita dipanggil untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus, sebab hanya orang-orang yang dipimpin Roh Kudus yang dapat menjadi anak-anak Allah. Hidup dalam pimpinan Roh Allah dapat terjadi atau berlangsung dalam hidup seseorang yang memang memberi diri dipimpin Roh Allah. Kalau seseorang menolak hidup dalam pimpinan Roh Allah, ia tidak akan pernah hidup dalam pimpinan Roh Allah. Dengan demikian, sia-sialah Roh Kudus yang diberikan kepada orang percaya sebagai meterainya. Jika terus-menerus menolak pimpinan Roh Kudus, ia dapat menghujat Roh Kudus.
Roh Allah tidak memaksa seseorang hidup di dalam pimpinan-Nya. Ia tidak akan menuntun orang yang tidak merasa membutuhkan pimpinan-Nya. Itulah sebabnya, dikatakan dalam Firman Tuhan bahwa hanya orang yang haus dan lapar akan kebenaran yang dipuaskan (Mat. 5). Ini berarti kalau memang orang tidak sungguh-sungguh membutuhkan pimpinan Roh Kudus untuk hidup dalam kebenaran Allah, orang tersebut tidak akan pernah mengalami pimpinan Roh Kudus. Kita harus benar-benar merasa membutuhkan Roh Kudus, sebab tanpa Roh Kudus, kita tidak akan bisa mencapai kesucian Allah, dan kita harus sungguh-sungguh merindukan untuk memiliki kehidupan yang sesuai dengan standar kesucian Allah.
Pada dasarnya, pimpinan Roh Kudus dalam hidup kita mengantar kita kepada kehidupan yang sempurna seperti Bapa. Dalam Matius 5:48, ketika Yesus berkata bahwa orang percaya harus sempurna seperti Bapa, sebenarnya secara tidak langsung Yesus mau berkata bahwa kita yang memanggil Allah sebagai Bapa, artinya menjadi anak-anak Allah yang hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Hal ini tidak boleh dihindari oleh orang yang percaya. Jadi, menjadi sempurna seperti Bapa adalah keharusan yang bersifat mutlak. Oleh sebab itu, hidup dalam pimpinan Roh Kudus juga adalah sesuatu yang mutlak. Tanpa pimpinan Roh Kudus, kita tidak akan mencapai kesempurnaan seperti Bapa (Mat. 5:48). Kesempurnaan di dalam Tuhan sama dengan hidup dalam kesucian.
Banyak orang tidak berani menganggap ini sebagai suatu kemutlakan, sebab selain menganggap bahwa kesucian adalah sesuatu yang mustahil dicapai, juga melihat kenyataan bahwa dirinya selalu jatuh bangun atau selalu gagal mengenakan kesucian Allah. Seharusnya, kita tidak menjadi lemah ketika mengalami jatuh bangun dalam membangun kesucian. Kita harus tekun, agar pada akhirnya, kita bisa memenuhi atau mencapainya. Jatuh bangun adalah hal yang harus dianggap normal bagi kita yang mau benar-benar mencapai kesucian yang berstandar Allah. Mencapai kesucian berstandar Allah bukan sesuatu yang mudah, tetapi bukan sesuatu yang tidak bisa dicapai.
Memanggil Allah sebagai Bapa seperti yang diajarkan Yesus dalam Doa Bapa Kami secara tidak langsung juga mengajarkan kepada kita, agar kita sebagai orang percaya, berkeadaan layak memanggil Allah sebagai Bapa. Untuk itu, kita harus memiliki kesucian seperti Bapa sendiri. Dalam 2 Timotius 2:2 Firman Allah mengatakan: “Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.” Ayat ini berarti kalau kita memanggil Allah sebagai Bapa, hendaknya kita hidup dalam kekudusan Allah.
Kalau kita menghayati betapa besar kasih Allah kepada kita yang dengan rela memberikan Putra Tunggal-Nya bagi kita, maka kita akan tidak pernah surut berjuang untuk mencapai kesucian demi dapat menyukakan hati Allah Bapa. Perjuangan untuk mencapai kesucian standar Allah adalah kesukaan dan kebahagiaan kita, karena hanya dengan hal inilah kita dapat membalas kebaikan Allah, yaitu memenuhi maksud keselamatan itu diberikan kepada kita. Orang yang tidak sungguh-sungguh mau berjuang mencapai kesucian Allah adalah orang-orang yang tidak menghargai keselamata...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings