
Sign up to save your podcasts
Or


Bagi perusahaan yang menyimpan data dalam jumlah besar, pengelolaan data harus ditangani dengan baik. Kalau enggak, hal ini bisa bikin frustasi dan mengakibatkan banyak kesalahan dalam proses pengelolaannya.
Dampaknya, perusahaan bisa kehilangan peluang bisnis deh. Makanya, beberapa perusahaan menerapkan strategi khusus untuk mengelola data dengan Data Lifecycle Management.
Yuk, kupas tuntas tentang Data Lifecycle Management bersama Bayu Aldi Yansyah, Lead Data Scientist di Kumparan
Sejak hadirnya internet, muncul ledakan data besar-besaran yang dikumpulkan dari berbagai gadget seperti laptop, smartphone, tablet dsb. Ini menyebabkan pertumbuhan signifikan dalam kebutuhan pengolahan data.
Oleh sebab itu, diperlukan teknologi canggih untuk memproses data tersebut menjadi informasi berguna bagi perusahaan. Salah satu teknologi yang dipakai dalam proses pengolahan data adalah Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.
Yuk, belajar lebih dalam tentang AI bersama Arradi Nur Rizal, System Developer dari Lund University Swedia.
Setiap perusahaan, pada saat-saat tertentu pasti akan melakukan pengolahan data. Ini adalah proses pengumpulan dan manipulasi data untuk menghasilkan informasi baru yang relevan. Namun, semakin canggih teknologi artinya semakin banyak data yang tersedia sehingga proses pengolahannya pun menjadi lebih kompleks.
Nah, kebetulan nih Kode Nol sudah kedatangan Mochamad Kautzar Ichramsyah, Senior Data Analyst di Traveloka dan Rama Rahmanda Software Engineer di Feed loop untuk berdiskusi tentang pengolahan data secara lebih dalam.
Tiap hari manusia menghasilkan sekitar 2,5 quintillion bytes data dengan kecepatan yang tinggi dalam berbagai ukuran dan jenis data. Lalu, gimana ya caranya mencerna data yang begitu kompleks ini, supaya kita punya informasi yang dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan?
Untuk itu, diperlukanlah visualisasi data agar kita lebih mudah memahami informasi yang tersembunyi di balik data-data yang kita miliki. Yuk kulik tentang visualisasi data lebih dalam bersama Muhammad Imran, Founder Data Driven Asia. Mari berkumpul bersama para newbie dan junior programer di grup telegram kami! Klik https://bit.ly/komunitaskodenol untuk bergabung
Perkembangan teknologi telah menghasilkan data dengan volume lebih besar, variasi yang lebih rumit dan frekuensi yang lebih tinggi. Makanya diperlukan Data Engineer untuk mengontrol kualitas data, menjaga keamanan serta memastikan ketersediaan data yang nantinya akan diolah oleh data analyst dan data scientist. Untuk lebih jelasnya tentang peran dan tugas Data Engineer, yuk kita ngobrol-ngobrol bareng Aditya Satrya, Data Engineering Tech Lead di Mekari.
Data is the new gold. Ungkapan ini menggambarkan bahwa data menjadi hal yang penting di era digital. Namun, data sebetulnya hal yang sangat pasif dan nggak bermakna apapun jika nggak diolah dan dianalisis. Karena pada dasarnya, yang terpenting adalah informasi yang dihasilkan oleh data itu sendiri bukan hanya keberadaan data.
Nah, untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data menjadi informasi inilah lahir profesi yang disebut data scientist. Yuk! Kita bahas lebih lanjut bersama Ali Akbar Septiandri, Data Scientist di Revolut.
Mari bergabung bersama para newbie dan junior programmer di bit.ly/komunitaskodenol di telegram!
Data analyst menjadi bidang yang semakin diminati, seiring meningkatnya kebutuhan analisis data dari berbagai perusahaan. Adanya gap antara ketersediaan talent dengan permintaan, memungkinkan data analyst mendapatkan gaji tinggi dan tunjangan luar biasa bahkan pada level pemula.
Menarik bukan? Untuk lebih jelasnya tentang peran dan tugas, prospek kerja, serta skill yang dibutuhkan untuk menjadi data analyst, yuk kita ngobrol bersama Ardya Dipta Nandaviri, Senior Data Scientist di Gojek.
Untuk mengatur jalannya proses pengembangan perangkat lunak atau disebut Software Development Life Cycle, ada beberapa cara kerja yang biasa dipakai seperti Waterfall, Scrum dan Kanban. 3 teknik kolaborasi kerja ini memiliki pro dan kontranya masing-masing. Lalu mana sebaiknya yang harus dipilih ya?
Bersama Rizky Syaiful, Pendiri Agile Campus yang sekarang full-time di Alterra sebagai Culture & Engagement Lead kita akan membahas kelebihan tahapan serta kapan waktu yang tepat untuk menggunakan kerangka kerja tersebut.
Yuk belajar bersama para newbie dan junior programmer di grup telegram kami. Klik https://bit.ly/komunitaskodenol untuk bergabung
Beberapa venture capitalist lebih memilih untuk melihat Product Market Fit sebelum berinvestasi. Untuk itu semua founder startup berlomba-lomba menciptakan Product Market Fit.
Konsep yang diinisiasi oleh Marc Andreesen ini berguna untuk mengembangkan value produk agar sesuai dengan kebutuhan konsumen dan tujuan bisnis. Nah untuk lebih jelasnya, yuk langsung aja kita bahas bersama Chandra Sutikno Oemarjadi, CEO Rekadia.
Yuk belajar bersama para newbie dan junior programmer di grup telegram kami. Klik https://bit.ly/komunitaskodenol untuk bergabung
Setelah MVP diluncurkan, bukan berarti product manager bisa santai-santai lho. Ada beberapa tugas yang masih harus diselesaikan untuk memastikan produk digital sukses di pasaran.
Bersama Rian Andrian, Head of Product and Analysis di Jabar Digital Service, yuk kita bedah apa saja yang harus dilakukan pasca peluncuran MVP ini.
Yuk belajar bersama para newbie dan junior programmer di grup telegram kami. Klik https://komunitaskodenol untuk bergabung!
From the publisher's feed