Masyarakat Pulau Nusa Penida, Bali, punya kain tenun khas bernama tenun Cepuk. Dulu, kain ini sakral, biasa untuk upacara dan ritual adat. Para penenunnya berasal dari Desa Tanglad yang telah menenun turun temurun. Motif kainnya bercorak khusus dan menggunakan warna alam. Saat ini tenun Cepuk sudah diperjual-belikan bebas dan menjadi salah satu sumber mata pencaharian di Desa Tanglad.
Kelompok Tenun Cepuk Alam Mesari sejak 2018 melestarikan kain ini. Kelompok ini mendata keragaman motif tenun Cepuk dan mengadakan pelatihan-pelatihan. Salah satunya, pelatihan pembuatan pewarna alami dengan menggunakan tanaman yang ada di sekitar desa.
Ingin tahu lebih lanjut cerita tentang Tenun Cepuk Alam Mesari? Yuk, dengarkan langsung cerita I Gede Agustinus Darmawan, pendamping Kelompok Alam Mesari di podcast Komunitas Berbicara bagian 12.