Truth Daily Enlightenment

Kualitas Hubungan


Listen Later

Hubungan seseorang dengan Allah tidak dapat dipisahkan dari hubungannya dengan sesama. Dalam Matius 22:36-40, Tuhan Yesus memberi pengajaran yang menjadi standar bagi hubungan antara seseorang dengan Allah, sesama, dan dirinya sendiri. Bagian ini muncul dalam konteks pertanyaan seorang ahli Taurat yang hendak mencobai Tuhan Yesus. Ia mengajukan pertanyaan tentang hukum yang terutama dalam Taurat. “Hukum yang terutama” di sini maksudnya adalah hukum yang lebih penting dan harus didahulukan ketimbang hukum lainnya. Sangat menarik bagi kita untuk menyimak jawaban dari Tuhan Yesus. Tuhan berkata, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Dalam penggalan ayat di atas, terdapat kebenaran yang sangat kuat bertalian dengan hubungan antara Allah dan manusia dengan sesamanya. Ketika Tuhan berkata bahwa mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi sebagai hukum terutama dan pertama, hal ini mengindikasikan kasih terhadap Tuhan menjadi dasar atau landasan kehidupan orang percaya. Mengasihi Tuhan dengan segenap keberadaan merupakan tujuan paling dasariah dalam kehidupan orang percaya. Pagelaran kehidupan orang percaya harus selalu didasarkan pada kasih terhadap Allah, entah itu bekerja, berkeluarga, bersekolah, berinteraksi, dan sebagainya. Semuanya harus hanya karena, oleh, dan bagi Tuhan. Hal ini paralel dengan kebenaran yang disampaikan oleh Paulus dalam 1 Korintus 10:31, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” Kehidupan orang percaya harus ditujukan kepada kemuliaan Allah yang didasarkan pada kasih seutuhnya dalam seluruh keberadaan orang percaya.
Berkaitan dengan hal ini, tanpa terpisahkan, Tuhan berkata bahwa hukum kedua yang sama dengan hukum pertama adalah mengasihi sesama manusia layaknya diri kita sendiri. Kata “sama” di sini menggunakan kata ὅμοιος (Yun. homoios) yang artinya sejajar atau sama dalam kualitas. Hal ini mengindikasikan bahwa kasih terhadap Allah tidak dapat dipisahkan dari kasih terhadap sesama. Seseorang yang mengasihi Allah harus mengasihi sesamanya, termasuk mereka yang menyakiti atau melukai. Kasih terhadap Allah dicerminkan melalui kasih yang tulus terhadap sesama. Dengan kata lain, kasih yang tulus terhadap sesama dapat terpancar ketika seseorang mendasarkan kehidupannya pada kehidupan yang mengasihi atau melakukan segala sesuatu bagi Allah. Kasih terhadap Allah akan mengubah dan menggerakkan kasih seseorang terhadap sesamanya. Dengan demikian, seseorang yang mengasihi Allah akan bermuara pada perilaku yang semakin sesuai dengan pikiran, perasaan Allah. Dan orang percaya dimampukan untuk mengasihi sesamanya dengan pikiran dan perasaan Allah sendiri, bahkan terhadap mereka yang menyakiti dan melukai.
Itulah sebabnya, dikatakan di awal bahwa kualitas hubungan seseorang dengan Allah dan sesama tidak dapat dipisahkan. Bagaimana seseorang menjalin relasi dengan Allah dalam pengampunan pasti memengaruhi relasinya dengan orang lain. Jika seseorang menjalin relasi dengan Allah secara oportunis dengan berkutat pada urusan pemenuhan kebutuhan jasmani, kesembuhan dari sakit-penyakit, dan kepentingan duniawi, maka tidak heran jika relasinya dengan sesama pun bersifat oportunis. Jika sesamanya memberi keuntungan dan kebahagiaan, maka ia akan mengasihinya. Jika sesamanya menyakiti atau melukainya, ia tidak akan mampu untuk mengampuninya. Hal ini diakibatkan konsep bertuhan yang salah yang telah terbangun sejak lama. Konsep dan hubungan kita terhadap Allah sangat menentukan bagaimana kita menggelar kehidupan di tengah-tengah dunia.
Setiap orang percaya harus memperbaiki konsep relasi dengan Allah y...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings