
Sign up to save your podcasts
Or


Indonesia dikenal negara maritim yang memiliki wilayah perairan cukup luas dan tak jarang muncul permasalahan laut dan budidaya. Sumber daya tersebut seperti ikan laut yang dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jika permasalahan laut muncul maka akan berdampak pada nelayan dan warga pesisir karena penopang ekonominya terganggu. Begitupun dengan perikanan budidaya, sungai yang kotor dan penuh limbah akan berdampak dengan kolam kolam pembudidaya, padahal ikan budidaya adalah sumber perekonomian pada sebagian masyarakat Indonesia.
Potensi sektor perikanan Indonesia adalah yang terbesar di dunia, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya dengan potensi produksi lestari sekitar 67 juta ton/tahun. Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan nelayan adalah Nilai Tukar Nelayan (NTN). NTN merupakan salah satu alat untuk mengukur tingkat kesejahteraan nelayan. NTN mengukur perbandingan antara indeks perubahan harga yang diterima nelayan dan indeks perubahan harga yang dibayar nelayan. Jika NTN di atas nilai 100, maka nelayan dianggap sejahtera, karena kenaikan harga-harga yang diterima oleh nelayan lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga-harga yang harus dibayar oleh nelayan. Harga-harga yang harus dibayar ini meliputi harga barang-barang konsumsi rumah tangga, harga barang modal seperti pajan, umpan, pupuk, perahu, sewa tanah, sewa alat, upah buruh, dan pengeluaran lainnya. Sedangkan harga yang diterima meliputi harga komoditas sub sektor perikanan.
HALO PODCASTERS!!!!
Seiring bertambahnya tahun, angka spesies hewan dan tumbuhan semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh alih fungsi lahan dan kerusakan ekosistem lainnya. Perlunya tindakan lebih lanjut mengenai upaya perlindungan sumber daya alami untuk generasi yang mendatang dan menghampat kepunahan. Salah satu caranya dengan pengembangan konservasi hutan di Indonesia. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi, dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumber daya alam untuk sekarang. Sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumber daya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.
Podcast ini dibuat untuk mendukung kegiatan konservasi, membahas isu-isu, serta menganalisis telah sampai dimana kegiatan konservasi di Indonesia. Oleh karena itu, tepat tanggal 10 Agustus 2022 adalah Hari Konservasi Nasional. Lembaga Semi Otonom Lingkungan Hidup dan Agromaritim menyelenggarakan podcast dengan judul “Sampai Dimana Aksi Konservasi Satwa dan Hutan Kita ?” sebagai bentuk pengetahuan dan kesadaran kita sebagai generasi muda.
HALO PODCASTERS!!!!
Seiring bertambahnya tahun, angka spesies hewan dan tumbuhan semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh alih fungsi lahan dan kerusakan ekosistem lainnya. Perlunya tindakan lebih lanjut mengenai upaya perlindungan sumber daya alami untuk generasi yang mendatang dan menghampat kepunahan. Salah satu caranya dengan pengembangan konservasi hutan di Indonesia. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi, dimana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumber daya alam untuk sekarang. Sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumber daya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang.
Podcast ini dibuat untuk mendukung kegiatan konservasi, membahas isu-isu, serta menganalisis telah sampai dimana kegiatan konservasi di Indonesia. Oleh karena itu, tepat tanggal 10 Agustus 2022 adalah Hari Konservasi Nasional. Lembaga Semi Otonom Lingkungan Hidup dan Agromaritim menyelenggarakan podcast dengan judul “Sampai Dimana Aksi Konservasi Satwa dan Hutan Kita ?” sebagai bentuk pengetahuan dan kesadaran kita sebagai generasi muda.
Kasepuhan Ciptagelar adalah masyarakat hukum adat yang berada di kawasan pedalaman Gunung Halimun-Salak. Istilah kasepuhan berasal dari bahasa Sunda, yang secara umum artinya adalah mereka yang dituakan. Secara spesifik wilayah perkampungan masyarakat Kasepuhan Ciptagelar tersebar di tiga kabupaten yang berada di sekitar wilayah perbatasan Provinsi Banten dan Jawa Barat. Berdasarkan catatan yang ada, Kasepuhan Adat Ciptagelar mulai berdiri pada 1368 dan telah beberapa kali mengalami perubahan kepemimpinan yang dilakukan secara turun temurun. Sampai saat ini Kasepuhan Ciptagelar juga telah mengalami beberapa kali perpindahan desa pusat pemerintahan yang disebut sebagai Kampung Gede, karena masih menjalankan tradisi berpindah yang berdasar pada wangsit yang diterima dari para leluhur (karuhun).
Secara administratif saat ini Kasepuhan Ciptagelar berada di wilayah dusun Sukamulya, Desa Sirnaresmi, kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan data tahun 2008, Kasepuhan Ciptagelar dihuni oleh sekitar 293 orang yang terdiri dari 84 kepala keluarga dengan 151 orang laki-laki dan 142 orang perempuan. Desa ini merupakan bagian dari Kesatuan Adat Banten Kidul yang tersebar di lebih dari 500 desa. Selain Kasepuhan Ciptagelar, di wilayah ini juga terdapat Kasepuhan Cisungsang, Kasepuhan Cisitu, Kasepuhan Cicarucub, Kasepuhan Citorek, Kasepuhan Sirnaresmi, Kasepuhan Ciptamulya, Kasepuhan Cibedug, dsb. Secara umum beberapa kasepuhan ini terikat dalam kumpulan narasi sejarah yang sama.
Keberadaan desa adat Kasepuhan Ciptagelar sudah dikenal luas oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat, khususnya kalangan masyarakat di wilayah Jawa Barat bagian Selatan. Warga Kasepuhan Ciptagelar dikenal sebagai masyarakat yang memegang teguh adat dan tradisi yang bersandar pada budaya pertanian, khususnya padi. Beberapa rangkaian kegiatan pertanian yang mengakar diantaranya adalah ngaseuk, mipit, nganyaran, serentaun, dsb. Kegiatan kesenian dan kebudayaan, termasuk diantaranya Angklung Buhun, Wayang Golek, dan Jipeng merupakan bagian dari keseluruhan adat istiadat, budaya, serta tradisi yang terus berkembang sampai saat ini.
Sumber: https://ciptagelar.info/tentang/
Memperingati hari cinta puspa dan satwa nasional yang di peringatkan tiap 5 November.
diisi oleh Diana Rahmi, Iffah izzatudinillah, Arif Yusron Afifi, Dita Arum, Novian Prahandy, Indeka D Putra, Faizal Mahmud, Sri Winda, Pinondang Simanjuntak, dan Nurmala Fitri.
Gaya hidup ramah lingkungan sudah gak asing lagi kita dengar. Anak muda jaman sekarang lebih sering menyebutnya EcoLiving Life. Banyak diantara anak muda masa kini yg mulai menerapkan gaya hidup berbasis lingkungan ini, seperti Lena dan Windy. Gak ketinggalan, unit bisnis mereka yaitu Kanggebumi juga mengusung konsep ramah lingkungan, loh. Bersama kuy lha podcast, lena dan windy berbagi kisah dan pengetahuan mereka terkait ecoliving life.
KUYLHABORASI
Mendidik Anak Berwawasan Lingkungan
disiarkan oleh :
Arif LHA
Destia PSDM
El Imas SETKAB
Indeka LHA
Novian LHA
Ona PSDM
Solusi krisis iklim bukan hanya wacana yang ramai diperdebatkan di ruang berpendingin udara (AC) di kota-kota besar dan di hotel-hotel mewah, tetapi perlu dituangkan dalam aksi nyata di lapangan. Pemerintah dan non-state actors sesungguhnya merupakan para pelaku utama yang dapat mengubah keadaan. Pemahaman tentang krisis iklim harus dilakukan lebih intensif, serius, dan diulang terus-menerus oleh semua pihak agar dapat mengubah tingkah laku dan pola hidup masyarakat yang boros energi.
melihat trend saat ini dimana banyak sekali orang orang yang menggunakan sepeda untuk aktivitas sehari hari
Kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia masih sering terjadi. Luasan area yang terbakar cenderung bertambah setiap tahunnya. Problematika kebakaran hutan yang terjadi dilapangan disebabkan dari berbagai aspek, melingkupi kondisi sosial masyarakat, ekonomi, politik bahkan sampai pada perilaku hagemoni. Bagaimana hubungan tersebut dapat terjadi?
From the publisher's feed