
Sign up to save your podcasts
Or


Dari Matius 25:14-29 kita dapat belajar:
Pertama. Tuhan adalah Pemilik dari segalanya, bukan kita. Dalam Perjanjian Baru (PB) kita membawa “korban persembahan” dengan rasa sakit, dan mengembalikan apa yang sesungguhnya menjadi milik-Nya. Kedua. Kita adalah seorang penatalayan yang dapat belajar mengelola setiap berkat dengan cara-Nya, dan Tuhan menjadi pusat atas apa yang diperbuat. Kita bukanlah konsumen, tetapi steward yang mem-protect dan meng-expand the resources agar berkat tersebut dapat memperlebar kerajaan-Nya. Ketiga. Apakah kita seorang steward yang baik? Setiap berkat yang dipercayakan pasti ada maksud dan tujuan-Nya agar dapat menjadi berkat bagi sesama, dan nama-Nya dapat dipermuliakan.
Di mata Tuhan, Dia ingin memberi pada orang yang takut akan-Nya dan memberkati orang-orang yang memberi dengan sukacita. Dia ingin agar di manapun kita berada, kita dapat membawa syalom / damai sejahtera. Amin.
“Good Steward”
—Pdt. Lydia CSES.
#HatiyangMemberi #MDCSurabayaSundayService
By MDC SurabayaDari Matius 25:14-29 kita dapat belajar:
Pertama. Tuhan adalah Pemilik dari segalanya, bukan kita. Dalam Perjanjian Baru (PB) kita membawa “korban persembahan” dengan rasa sakit, dan mengembalikan apa yang sesungguhnya menjadi milik-Nya. Kedua. Kita adalah seorang penatalayan yang dapat belajar mengelola setiap berkat dengan cara-Nya, dan Tuhan menjadi pusat atas apa yang diperbuat. Kita bukanlah konsumen, tetapi steward yang mem-protect dan meng-expand the resources agar berkat tersebut dapat memperlebar kerajaan-Nya. Ketiga. Apakah kita seorang steward yang baik? Setiap berkat yang dipercayakan pasti ada maksud dan tujuan-Nya agar dapat menjadi berkat bagi sesama, dan nama-Nya dapat dipermuliakan.
Di mata Tuhan, Dia ingin memberi pada orang yang takut akan-Nya dan memberkati orang-orang yang memberi dengan sukacita. Dia ingin agar di manapun kita berada, kita dapat membawa syalom / damai sejahtera. Amin.
“Good Steward”
—Pdt. Lydia CSES.
#HatiyangMemberi #MDCSurabayaSundayService