Truth Daily Enlightenment

Manusia Hari Esok


Listen Later

Orang-orang Kristen yang benar hidupnya seperti tidak menginjak tanah, tidak down to earth. Perkataan-perkataannya, pokok pembicaraannya bisa tidak down to earth di telinga orang-orang yang masih duniawi, atau “tidak nyambung.” Mengapa? Sebab, orang percaya yang benar memang orientasi berpikirnya selalu kekekalan. Segala sesuatu yang dia lakukan dalam hidup ini selama di dunia, hanya terfokus kepada kekekalan. Sehingga, kehidupan di dunia ini sebenarnya hanya persiapan untuk kekekalan saja. Memang, kalau hanya dilihat sekilas, orang percaya yang benar sama seperti yang lain. Tetapi, kita harus bersikap sebaik-baiknya sehingga bisa hidup di tengah masyarakat dalam sosialisasi yang baik. Tetapi kalau orang mengamati hidup kita secara dekat, menyentuh hidup kita dalam percakapan-percakapan, baru mereka tahu bahwa kita memang seperti orang-orang yang “tidak menginjak tanah”.
Inilah yang dilakukan oleh Abraham. Ketika meninggalkan kampung halamannya atau negerinya, dari Ur-Kasdim ke Haran, dari Haran terus, tidak pernah kembali lagi ke negeri asalnya. Itu dilakukan oleh Abraham hanya demi menemukan negeri yang Tuhan tunjukkan. Sedangkan, dia juga tidak tahu negeri itu bagaimana bentuknya. Ternyata negeri itu bukan di dunia. Itu Kanaan surgawi. Abraham luar biasa, walaupun dia memiliki kesempatan untuk kembali ke kampung halamannya, dia tidak kembali. Dia mencari kota yang dibangun dan direncanakan oleh Allah sendiri (Ibr. 11:10). Ia mencari negeri yang memiliki dasar, yang dibangun dan direncanakan oleh Allah. Dan negeri itu ternyata bukan di dunia. Ternyata itu tanah air surgawi (Ibr. 11:16).
Abraham tidak pernah surut dalam mengarahkan diri pada negeri itu, walaupun dia tidak tahu di mana negeri itu. Kita sebagai umat Perjanjian Baru mengetahui negeri itu, yaitu langit baru dan bumi baru. Orientasi hidup kita sepenuhnya harus selalu diarahkan ke situ, walaupun kita belum pernah ke sana. Dan memang tidak perlu harus ke sana dulu, mendapat mimpi, atau penglihatan baru percaya. Jangan kita merasa kecil hati karena tidak memiliki penglihatan seperti orang-orang tertentu yang katanya pernah diangkat atau naik ke surga, atau melihat surga lewat mimpi dan ditulis dalam buku. Jelas, surga itu riil, tidak perlu harus mendapat penglihatan atau mimpi diangkat ke surga, baru percaya adanya surga. Kita percaya, dan itu adalah tujuan akhir kita. Dan kita benar-benar mempertaruhkan hidup kita untuk tujuan akhir perjalanan itu. Jangan mengaku pernah meliat surga melalui penglihatan, mimpi, atau diangkat Tuhan, tetapi kehidupan di bumi tidak menunjukkan sedang mengarahkan diri kepada kekekalan itu.
Walau kita tidak pernah diangkat ke surga, tidak pernah mendapatkan mimpi, penglihatan ke surga, tetapi hidup kita jelas kita arahkan hanya untuk Kerajaan Allah. Itu membuat orang melihat surga. Orang sudah bisa “melihat surga” melalui hidup kita. Ini yang dikatakan Tuhan Yesus di Matius 5:14-15, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.” Kota di atas bukit itu Yerusalem, yang pada malam hari, lampu-lampunya akan menunjukkan itulah kota Yerusalem. Kalau tidak, benar-benar gelap gulita. Karena saya pernah ada di wilayah itu, kalau tidak ada lampu, kita tidak tahu mana kota Yerusalem.
Ketika Yesus berkata, “melihat perbuatanmu, mereka melihat kota yang terletak di atas bukit,” artinya perbuatan ini bukan hanya perbuatan secara moral umum, melainkan seluruh gaya hidupnya menunjukkan bahwa kita tidak fokus kepada kesenangan dan perkara dunia. Kita fokus hanya untuk hidup kekekalan. Dan itu akan tampak sekali. Tentu dari kesucian hidup, dari suasana jiwanya yang tidak ditentukan hiburan dunia, dan kesediaannya untuk mengorbankan apa pun yang ia miliki untuk kepentingan Kerajaan Allah. Ditandai lagi dengan kekokohan dan keteguhannya m...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings