Truth Daily Enlightenment

Manusia Unggul


Listen Later

Di dalam Ibrani 11:6 tertulis, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah, sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Apa sebenarnya yang dimaksud “iman” di sini? Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Kalau kita memperhatikan iman yang dibicarakan dalam Ibrani 11, ini adalah iman dari orang-orang yang hidupnya luar biasa. Sebelum ayat yang ke-6—dari ayat 1—disebutkan mengenai Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub. Mereka adalah orang-orang istimewa; orang-orang yang benar-benar unggul. Tidak sama dengan manusia pada umumnya, mereka adalah pribadi-pribadi yang memiliki keunggulan lebih dari manusia pada umumnya. Dikisahkan satu per satu betapa hebatnya manusia-manusia ini pada zamannya. Dengan demikian, secara tidak langsung hendak dikatakan kepada kita bahwa orang yang memiliki iman yang benar adalah orang yang memiliki keunggulan di dalam hidup. Sehingga mereka menyatatkan sejarah hidup yang luar biasa, yang dapat menjadi pelajaran bagi generasi-generasi berikutnya.
Kita bertanya kepada diri kita sendiri: “Apakah kita memiliki iman seperti yang dimaksudkan dalam Ibrani 11:6 ini?” Pertanyaan itu sama dengan: “Apakah kita memiliki keunggulan yang lebih dari orang-orang di sekitar kita?” Ini masalahnya. Keunggulan apa yang kita miliki yang menandai iman yang kita miliki? Tentu “keunggulan” di sini tidak boleh diartikan sama dengan keunggulan yang dimiliki manusia pada umumnya. Manusia dianggap unggul kalau populer, kaya, berkedudukan tinggi, berkuasa, dan lain sebagainya. Tetapi keunggulan dalam konteks iman adalah orang-orang yang melakukan kehendak Allah, yang oleh karena melakukan kehendak Allah, mereka harus mengorbankan segala sesuatu. Contohnya Nuh, ia harus mempertaruhkan hidupnya demi rencana Allah menghukum dunia ini. Abraham meninggalkan Ur-Kasdim demi menjadi bapak orang percaya yang hidup imannya bisa menjadi teladan dan inspirasi umat pilihan Perjanjian Baru, sekaligus kesetiaannya untuk memiliki kemusafiran, dan itu juga bisa menjadi inspirasi orang percaya Perjanjian Baru untuk hidup sebagai musafir. Ini luar biasa.
Keunggulan manusia-manusia ini adalah mereka hidup sepenuhnya hanya untuk Allah. Orang-orang yang hidup sepenuhnya untuk Allah sama dengan orang yang selalu hidup di hadirat Allah. Orang yang selalu menghayati kehadiran Allah, sehingga dalam segala hal yang dilakukannya selalu disesuaikan, apakah itu sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah. Pada waktu kita bercakap-cakap dengan orang di meja makan sambil ngopi, kita pun menghayati kehadiran Allah di situ; waktu kita sedang rapat, sedang berbicara di ruang tunggu, waktu kita bisnis, waktu kita dagang, pada waktu kita mengajar kalau kita guru, atau pada waktu kita di rumah sakit sebagai tenaga medis, atau kita sedang menjalankan tugas sebagai praktisi hukum, kita selalu melakukan itu di hadirat Allah. Kita tidak melakukan sesuatu supaya kita terhormat, dihargai manusia, atau kita memiliki keuntungan, atau supaya kita menjadi orang yang populer. Tetapi kita melakukan semua itu hanya untuk kesukaan Allah.
Ingat Firman Tuhan mengatakan: “Orang yang berpaling kepada Allah, harus percaya bahwa Allah ada. Sebab tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” Ingat itu! Orang yang berpaling pada Allah harus percaya bahwa Allah itu ada. Ini jangan hanya dipahami secara nalar saja dan setuju bahwa itu Firman Tuhan, tetapi kita harus menghidupi Firman ini dan menjadikan pengalaman hidup konkret kita. Kalau kita membaca tokoh-tokoh iman yang disebut sebagai orang beriman dalam Ibrani 11—Habel—dia memberi yang lebih baik. Ini bicara soal sikap hati. Henokh, bergaul dengan Allah di tengah-tengah masyarakat, di ujung dunia yang mau dihancurkan di zaman Nuh, dimana orang-orang berlaku sangat jahat, tapi Henokh berjalan dengan Allah.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings