Dalam era disrupsi informasi, gaya komunikasi yang tulus, empatik, dan partisipatif menjadi kunci untuk membangun reputasi lembaga publik yang tangguh.
Dalam MAW Talkshow #56, Anang Ristanto, Kepala Biro Komunikasi dan Humas Kemendikdasmen, mengungkapkan bahwa komunikasi publik yang bersahaja bukanlah lemah, melainkan strategi yang kuat yang mengutamakan kejujuran, pelayanan, dan kesantunan.
Prinsip RAMAH dan SANTUN menjadi panduan operasional, dengan pendekatan responsif dan akuntabel terhadap kebutuhan masyarakat, serta berkomitmen pada integritas dan kompetensi.
Dalam menangani krisis, lembaga mengutamakan dialog partisipatif dengan masyarakat, memperkuat kepercayaan melalui keterbukaan. Pemimpin diharapkan menjadi role model dalam menciptakan budaya komunikasi yang sehat dan membumi.
Dengan prinsip niat melayani, kejujuran, dan membangun koneksi, lembaga publik dapat membangun reputasi yang berkelanjutan di tengah tantangan komunikasi masa kini.