Truth Daily Enlightenment

MAWAS DIRI


Listen Later

Memang ada kitab suci yang diakui sebagai wahyu yang memuat penjelasan mengenai Allah, yang dari kitab suci tersebut, manusia bisa mempelajari dan mengenal Dia. Tetapi, kitab suci tidak bisa berbicara sendiri. Kitab suci juga berpotensi dan membuka peluang tanpa batas untuk melahirkan berbagai interpretasi yang terkristal dalam doktrin dan berbagai ajaran. Sejarah gereja mencatat adanya perdebatan-perdebatan teologi yang membuahkan percideraan yang membangun pemikiran seakan-akan pengetahuan mengenai Allah atau teologi menentukan secara absolut kualitas kerohanian seseorang. Itulah sebabnya, kalau ada gereja atau seseorang memiliki doktrin atau ajaran yang tidak sesuai dengan doktrin atau ajarannya, dengan sangat mudah ditunjuk sebagai sesat. Biasanya, penilaian sesat tersebut juga didasarkan pada apakah teologi seseorang sesuai dengan teologi para tokoh teolog masa lalu atau tidak. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan teolog masa lalu menjadi tolok ukur atau parameter kebenaran.
Secara tidak langsung, ini adalah tindakan subversif terhadap Alkitab, yang seharusnya menjadi tolok ukur atau parameter kebenaran yang mutlak atau absolut. Setiap orang dari perspektifnya bisa mengklaim doktrin atau ajarannya paling benar. Siapa sebenarnya yang ajarannya paling benar? Kalau ada satu-satunya Allah yang benar, berarti ada banyak agama atau kepercayaan yang salah. Mengapa Allah yang benar tidak bertindak menghukum atau menghapuskan agama atau kepercayaan yang salah? Allah yang benar tersebut seakan-akan berdiam diri, sehingga banyak orang masih terkungkung dalam agama atau ajaran yang salah. Dalam lingkungan Kristen yang memiliki satu Alkitab, satu Juruselamat, dan satu Sesembahan—yaitu Allah atau Elohim Yahweh—ternyata terdapat banyak aliran gereja atau denominasi; dalam hal ini, berarti ada yang paling benar, agak benar, dan yang salah atau sesat. Tetapi faktanya, Allah juga berdiam diri, tidak secara terang-terangan dan terbuka menunjuk siapa yang benar dan yang sesat. Sehingga, terjadi perdebatan-perdebatan, saling menyalahkan dan menuduh, bahkan dengan mudah menuduh yang lain sesat.
Terkait dengan hal adanya ajaran yang sesat, Yesus mengemukakan bahwa Allah membiarkan “gandum dan lalang tumbuh bersama,” ini artinya Allah membiarkan di dalam gereja ada ajaran sesat yang tumbuh bersama-sama dengan kebenaran sampai pada akhir zaman (Mat. 13:24-30). Nanti pada akhir zaman, baru dibuktikan mana yang gandum dan mana yang ilalang. Jadi, penyesatan pasti ada seperti yang juga dikemukakan oleh Yesus di dalam Matius 18:6-7, “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.”
Pernyataan Yesus di atas mestinya membuat kita mawas diri dan mengoreksi diri dengan sungguh-sungguh, sebab besar kemungkinan, kita sendirilah penyesat itu. Orang-orang yang menganggap teologi adalah ancaman, bisa terjebak pada mistisisme yang sangat subjektif, sehingga tidak menemukan kebenaran yang objektif dari Alkitab. Dewasa ini, banyak pendeta dari aliran gereja tertentu—dengan dalih bahwa mereka dipimpin Roh Kudus—mengajarkan berbagai ajaran yang tidak sesuai dengan nafas kebenaran Alkitab yang sejati. Subjektivitas yang tidak didasarkan pada penggunaan logika secara maksimal dalam mengeksplorasi Alkitab melahirkan doktrin dan ajaran yang menyimpang dari kebenaran.
Dari pihak lain, terdapat komunitas orang-orang yang sangat tekun berteologi, tetapi mereka kurang atau bahkan tidak sungguh-sungguh berusaha menjumpai Allah. Bagi mereka, semua materi pandangan teologi dalam dunia akademis sudah cukup membuat mereka mengalami perjumpaan dengan Allah. Bagi mereka, ruang-ruang kuliah, auditorium seminar, dan perpustakaan adalah ajang pertemuan dengan Allah.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Truth Daily EnlightenmentBy Erastus Sabdono

  • 5
  • 5
  • 5
  • 5
  • 5

5

3 ratings