
Sign up to save your podcasts
Or


Kegelapan tak pernah menyurutkan langkah Mbah Sarjo Utomo (71) untuk menjadi tamu Allah. Jemaah tunanetra asal Kulon Progo ini rela menjual tanah kebun hasil jerih payahnya demi berhaji. Beliau menyebutnya "Haji Wahyu" alias Sawah Payu! 🌾 Saudagar yang dulunya hanya pembantu pedagang sapi ini sukses menyekolahkan anak-anaknya hingga mandiri, lalu memilih menggunakan tabungannya untuk bekal ibadah ketimbang mengobati matanya yang divonis buta permanen.
​Kisah Mbah Sarjo adalah bukti nyata wujud Sukses Ekosistem Ekonomi dan Sukses Peradaban dari Kemenhaj, di mana kemandirian umat membawa keberkahan. Pelayanan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas juga benar-benar hadir mendampingi jemaah seperti Mbah Sarjo di setiap langkahnya.
By Radio ElshintaKegelapan tak pernah menyurutkan langkah Mbah Sarjo Utomo (71) untuk menjadi tamu Allah. Jemaah tunanetra asal Kulon Progo ini rela menjual tanah kebun hasil jerih payahnya demi berhaji. Beliau menyebutnya "Haji Wahyu" alias Sawah Payu! 🌾 Saudagar yang dulunya hanya pembantu pedagang sapi ini sukses menyekolahkan anak-anaknya hingga mandiri, lalu memilih menggunakan tabungannya untuk bekal ibadah ketimbang mengobati matanya yang divonis buta permanen.
​Kisah Mbah Sarjo adalah bukti nyata wujud Sukses Ekosistem Ekonomi dan Sukses Peradaban dari Kemenhaj, di mana kemandirian umat membawa keberkahan. Pelayanan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas juga benar-benar hadir mendampingi jemaah seperti Mbah Sarjo di setiap langkahnya.

7,913 Listeners