Cuaca ekstrem berupa hujan lebat, gelombang tinggi, dan angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir merendam ribuan rumah penduduk, memutus akses jalan, serta menyebabkan pemadaman listrik di berbagai titik. Di Provinsi Aceh, banjir melanda sembilan kabupaten/kota. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) telah menetapkan status Darurat Bencana Hidrometeorologi menyusul semakin luasnya wilayah terdampak. Pengurus PMI Pusat sekaligus Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Sudirman Said, yang sedang berada di NAD, turut menyampaikan kondisi terkini di lapangan. Menurutnya, banyak akses jalan terputus dan jaringan komunikasi terganggu akibat padamnya aliran listrik.
“Saya sempat terdampar di Bireuen dan akan dievakuasi menggunakan helikopter, namun tidak memungkinkan karena cuaca sangat buruk,” ujar Sudirman Said. Ia meminta agar dilakukan pemindaian udara (air scanning) untuk menentukan titik distribusi bantuan yang paling membutuhkan. Sudirman Said juga mendorong agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) sementara waktu dialihkan untuk membantu para pengungsi terdampak banjir.