Hari-hari ini kita telah kehilangan sesuatu yang sudah tidak disadari lagi yaitu, kerinduan untuk lebih dalam mencari Hadirat Allah. Bagaimana caranya mendapat hadirat Tuhan di dalam hidup? Dari 2 Tawarikh 14-16 kita dapat belajar dari kehidupan Raja Asa yakni,
Pertama. Mengambil keputusan untuk sadar dan bertobat dari segala dosa (berasal dari bahasa Ibrani, SHUV, yang memiliki arti to return, turn back, turn away, cease, dan change your mind). Kedua. Mencari hadirat-Nya (berasal dari bahasa Ibrani, PANIM, yang memiliki arti sama dengan mencari wajah-Nya). Ketiga. Tuhan mencari yang bersungguh hati, karena hal tersebut akan menimbulkan rasa aman dan dapat membangun kehidupan.
Sebaliknya, sikap yang tidak mau untuk bertobat, tidak mau mencari Tuhan dengan bersungguh hati, dan menyimpang dari hadirat-Nya akan menimbulkan hilangnya rasa aman dan kehancuran hidup.