Dari surat-Nya pada jemaat di Laodikia di dalam Wahyu 3:14-22, kita dapat belajar: Pertama. Firman Allah itu pasti benar dan pasti akan digenapi di dalam hidup kita. Kedua. Jangan sampai hidup kita dibutakan kekayaan materi, tetapi berapa banyak yang sudah kita kerjakan untuk hal-hal yang bernilai kekekalan? Ketiga. Jadilah kaya di hadapan Allah, standar hidup kita adalah Kristus. Keempat. Milikilah kerendahan hati agar dapat dipakai dan dipromosikan Tuhan lebih lagi, bagi kemuliaan nama-Nya.
Tuhan telah membangun institusi gereja-Nya bukan hanya untuk sekadar gagah-gagahan dan bergelimang dalam suasana yang sarat dengan “pesta rohani”, tetapi agar setiap kita dapat menjadi garam dunia dan terang-Nya. Gereja adalah harapan bagi dunia yang terhilang.